Strategi Meraih Kemenangan

Strategi Meraih Kemenangan

Apakah Anda selalu menganggap diri sendiri sebagai seorang pecundang ? Cara mengatasinya, belajarlah menjadi pemenang seperti impian Anda. Jika Anda punya kekuatan untuk menang, Anda dapat mencapai karir dan mimpi-mimpi Anda selama ini. Berikut tipsnya :

a. Kekuatan untuk menang berasal dari pikiran Anda sendiri
Teddy Roosevelt, mantan presiden AS, berujar, "Seluruh sumber daya yang kita perlukan ada dipikiran." Anda dilahirkan dengan potensi luar biasa yang terpendam. Anda telah memiliki segala yang diperlukan untuk jadi seorang pemenang.

b. Yakinlah pada diri Anda
Tanpa kegagalan
, Anda harus yakin bahwa Anda dapat mencapai tujuan dalam hidup ini. Jika tak yakin memilikinya, maka Anda tidak akan mencapainya. Kegagalan Anda adalah Investasi termahal bagi diri Anda sendiri maupun orang lain untuk meraih kesuksesan yang gilang gemilang.

c. Ketahuilah sesuatu yang membuat Anda bahagia
Jika Anda adalah orang yang senang berada di tengah orang banyak sementara Anda bekerja di sebuah gudang penyimpanan, silahkan Anda memikirkan kembali pilihan karir Anda. Renungkan dengan serius apa yang bisa membuat Anda enjoy dan bahagia dalam bekerja-sehingga Anda bisa mengekspresikan keceriaan Anda dalam bekerja dan tentu saja menghasilkan yang terbaik.

d. Evaluasi talenta Anda dengan jujur
Jika Anda tidak tahu kekuatan dan hal-hal apa saja yang perlu ditingkatkan,Anda mungkin saja salah menilai pekerjaan yang tepat untuk Anda. Mungkin saja Anda yakin memiliki kemampuan untuk melayani konsumen dengan baik, tapi bos dan mitra kerja menilai Anda butuh berlatih lagi.

e. Jangan biarkan latar belakang menentukan masa depan Anda
Jika pengalaman kerja Anda tidak terlalu mulus, jangan biarkan hal ini mempengaruhi prospek karir Anda
. Bila Anda telah memiliki tujuan, fokuslah pada hal ini. Jangan terpaku pada sindroma "saya ini orang malang" jika tidak berhasil mencapai sukses.

f. Ikuti teknik visualisasi cepat ini : gambarkan diri Anda tengah berlari dengan tim sepak bola
Bayangkan gawang adalah tujuan karir atau keinginan pribadi Anda. Bayangkan pula diri Anda yang berhasil menggolkan bola ke gawang lawan.

g. Kekuatan untuk menang adalah di tangan Anda
Tidak ada seorang pun yang dapat menyerahkan kesuksesan itu pada Anda. Andalah yang harus mewujudkan itu. Melakukan sesuatu dan selalu berusaha memberikan yang terbaik adalah satu-satunya cara untuk mencapai tujuan.

AGAPE PHOTO

AGAPE PHOTO
GOOD

Cari Blog Ini

Sabtu, 09 Januari 2010

MASALAH ADALAH KENDARAAN
UNTUK MENCAPAI ANUGERAH ALLAH



(Kejadian 37:5-11)



Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada Saudara-saudaranya: sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya. karena katanya kepada mereka:" Coba dengarkan mimpi yang kuimpikan ini: Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu." Lalu Saudara-saudaranya berkata kepadanya:" Apakah engkau ingin menjadi raja atas kami? Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?" Jadi makin bencilah mereka kepadanya karena mimpinya dan karena perkataannya itu. Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada Saudara-saudaranya. Katanya :"Aku bermimpi pula; Tampak matahari, bulan, dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku."Setelah hal ini diceritakannya kepada Ayah dan Saudara-saudaranya, maka ia ditegor oleh ayahnya: "Mimpi apa mimpimu itu? Masakan aku dan ibumu serta saudara-saudaramu sujud menyembahmu sampai ke tanah ?" Maka irilah hati saudara-saudaranya kepadanya, tetapi ayahnya menyimpan hal itu dalam hatinya.


Masalah itu ibarat kendaraan untuk mencapai anugerah Allah. Ketika mengalami masalah, janganlah kita takut karena sebenarnya masalah itu adalah kendaraan, seperti halnya mobil atau pesawat, untuk mencapai janji Tuhan, dan untuk mancapai kasih karunia Tuhan. Untuk memahami hal ini, kita kan belajar dari ayat di atas.


1.Allah Mempunyai Rencana yang Sangat
Indah dalam Kehidupan Yusuf


Yusuf mendapat mimpi dari Allah. Melalui mimpi itu, Allah menyampaikan rencana dan janji-Nya kepada Yusuf. Dalam mimpinya, Yusuf sedang berada di ladang bersama Saudara-saudaranya. Mereka sedang mengikat berkas-berkas gandum dan tiba-tiba, berkas gandum Yusuf bangkit berdiri tegak, Sedangkan berkas-berkas yang lain sujud pada berkas-berkas milik Yusuf. Ketika Yusuf menceritakan arti mimpinya kepada saudara-saudaranya, mereka marah."apakah engkau ingin menjadi raja atas kami? Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?"(ayat 8). Jadi makin bencilah saudara-saudara Yusuf itu kepada Yusuf.

Namun, tak lama kemudian, Tuhan memberikan mimpi lagi kepada Yusuf. Dalam mimpinya, bahkan matahari, bulan, dan bintang menyemabah dia. Ketika Yusuf menceritakan mimpinya ini kepada saudara-saudaranya, makin irilah mereka kepada Yusuf. Namun sebetulnya, Yusuf sedang mendapatkan janji Tuhan melauli mimpi-mimpinya itu. Rencana Tuhan disampaikan lewat mimpi Yusuf, yaitu bahwa YUsuf akan diangkat dan menjadi ornag besar. Dia akan diberkati Tuhan dan mengalami kasih karunia yang besar dari Tuhan. Jika kita pelajari terus kisah Yusuf ini kita akan tahu bahwa rencana Tuhan yang besar itu menjadi kenyataan.

Kejadian 41:39-43 menulis, "Kata Firaun kepada Yusuf: 'Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau. Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat ; hanya takhat inilah kelebihanku dari padamu' Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf :' Dengan ini akau melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah mesir' Sesudah itu Firaun menanggalkan cincin meterainya dari jarinya dan mengenakannya pada jari Yusuf; dipakaikannyalah kepada Yusuf pakaian dari pada kain halus dan digantungkannya kalung emas pada lehernya. Lalu Firaun menyuruh menaikkan Yusuf kedalam keretanya yang kedua, dan berserulah orang dihadapan Yusuf; 'Hormat!' Demikianlah Yusuf dilantik oleh firaun menjadi kuasa atasa seluruh tanah Mesir."

Ketika mendapatkan mimpi-mimpi dari Tuhan, Yusuf mungkin belum memiliki gambaran yang jelas mengenai rencana Tuhan baginya. Namun melalui ayat diatas, kita bisa melihat bahwa Allah memiliki Rencana yang luar biasa, yaitu supaya Yusuf bisa menjadi penguasa di mesir. Melalui proses kehidupannya, akhirnya, Yusuf sungguh-sungguh menjadi 0rang yang besar. Janji Allah digenapi dalam hidupnya-dia menjadi penguasa di Mesir. Sungguh luar biasa karena dia adalah orang kedua setelah raja Firaun. Lebih daripada yang lain, Yusuf diberi hak, diberi kuasa, bahkan cincin raja dikenakan kepadanya.

Saya percaya bahwa Allah juga memiliki rencana khusus bagi setiap kita, orang yang percaya kepada Alllah dan janji-janji-Nya. Di Alkitab, ada banyak sekali firman yang mengingatkan kita kan janji Allah. Dia memiliki rancangan yang baik, masa depan yang baik, masa depan yang indah dan penuh harapan.

Allah senantiasa menyatakan janji-Nya karena Dia mengasihi manusia -Dia mengasihi Anda dan saya. Ia sudah mengurbankan diri-Nya. Dia rela menderita, bahkan Dia rela menyerahkan naywa-Nya di atas kayu salib untuk kita. Semua ini dilakukannya supaya kita mendapat pengampunan , keselamatan, kesembuhan, kasih karunia, anugerah, dan supaya kita memilki kehidupan yang baik, dan juga rumah tangga yang baik.

Tuhan memiliki rencana yang luar biasa dalam kehidupan kita. Seperti Tuhan memiliki rencana yang luar biasa dalam kehidupan Daud, orang-orang percaya dan orang-orang pilihna juga akan mendapatkan kasih karunia Tuhan melalui rancangan dan rencana-Nya yang luar biasa.

2. Yusuf Mengalami Banyak Masalah yang Membuatnya Menderita


Yusuf mengalami banyak masalah yang membuatnya menderita. Ternyata sekalipun mendapat janji yang luar biasa dari Tuhan, yaitu dia akan menjadi penguasa di Mesir, setelah itu Yusuf malah mengalami banyak masalah dalam kehidupannya.

a. Yusuf Dilemparkan ke dalam Sumur

Kita bisamelihat hal ini dalam kejadian 39:19-24,"kata mereka seorang kepada yang lain: 'Lihat, tukang mimpi kita itu datang! sekarang marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salh satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita lihat nanti bagaimana jadinya mimpi itu!' Ketika Ruben mendengar hal ini, ia ingin melepaskan yusuf dari tangan mereka, Sebab itu katanya:' Janganlah kita bunuh dia!' Lagi kata Ruben kepada Mereka:' janganlah tumpahkan darah, lemparkanlah dia ke dalam sumur yang ada di padang gurun ini, tetapi janganlah apa-apakan dia' -maksudnya hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka dan mengembalikan lagi kepada ayahnya. Baru saja yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, merekapun menaggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu. Dan mereka membawa dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong tidak berair."

Karena mendapatkan mimpi dari tuhan, Yusuf menceritakan mimpi-mimpinya itu kepada saudara-saudaranya. Namun, hal ini justru membuat mereka iri, marah, dan sakit hati. Mereka mengangap yusuf sombong dan berniat merendahkan saudara-saudaranya. Karena itu, ketika mendapatkan kesempatan untuk mencelakai Yusuf, mereka memasukkan Yusuf kedalam sumur kering, Tidak hanya sampai disini penderitaan Yusuf.Setelah itu, ia masih mendapatkan masalah yang bertubu-tubi dalam kehidupannya.

Hal yang sama dapat kita jumpai dalam kisah Daniel. Daniel juga mendapatkan rencana yang besar, bahkan ia sungguh-sungguh dipakai Allah dalam perkara yang besar. Karena Allah memakainya dalam perkara yang besar, hidup Daniel menjadi sukses dan berhasil. Hal ini membuat pejabat-pejabat lain iri. Mereka kemudian melakukan sesuatu untuk menjebak dan membahayakan hidup Daniel.

Pengalaman yusuf dan Daniel ini juga bisa terjadi dalam kehidupan kita. Saat ini, Anda mungkin sedang mendapatkan janji Dari Tuhan dan prestasi Anda meningkat. Hal ini mungkin membuat teman-teman Anda iri, sehingga mereka mulai memfitnah dan menuduh Anda, bahkan mereka melakukan sesuatu untuk menjatuhkan dan mengagalkan Anda. Anda jangan khawatir. Yusuf pun mengalami hal yang sama. Ia tidak langsung menjadi penguasa di Mesir, tetapi ia harus melalui banyak penderitaan terlebih dahulu.

b.Yusuf Dijual sebagai Budak

Masalah yang berikutnya menimpa yusuf tertulis dalam kejadian 37:25-28,"Kemudian duduklah mereka untuk makan. Ketika mengangkat muka, kelihatanlah kepada mereka satu kafilah orang Ismael datang dari Gilead dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, dalam perjalanannya mengangkut barang-barang itu ke Mesir. Lalu kata Yehuda kepada Saudara-saudaranya itu: 'Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya? Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia karena ia saudara kita, darah daging kita.' Dan saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu. Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir."

Setelah dimasukkan ke dalam sumur, Yusuf mengalami penderitaan lagi, yaitu dijual ke Mesir untuk menjadi budak. Hal ini sangat bertentangan dengan janji Allah, yaitu Allah akan menjadikan Yusuf sebagai orang besar dan penguasa di Mesir. Ketika masih tinggal dengan Ayahnya, Yusuf menjadi anak kesayangan dan hidupnya enak. Namun begitu mendapatkan mimpi dan janji dari Allah bahwa ia akan diberkati lebih besar lagi, Yusuf malah mengalami banyak maslah dalam hidupnya. Sungguh tidak masuk akal menurut pemikiran kita.

Hidup kita pun sering mengalami hal seperti itu. Kita mendapat firman Tuhan bahwa Dia mengasihi kita dan memiliki rencana yang luar biasa bagi anda dan saya. Allah ingin memulihkan keluarga kita, tetapi kok kondisinya malah semakin parah. Allah ingin mamakai hidup kita, tetapi [I]kok] kita malah semakin kekuranggan. Atau kita mungkin sedang berjuang untuk suami atau Istri kita atau anak untuk supaya sungguh-sungguh bertobat, tetapi keadaannya malah semakin parah. Inilah perjalanan yang memang harus kita lalui, seperti Yusuf. Untuk menuju terwujudnya rencana Allah bagi kita, kadang-kadang kita memang harus melalui masalah demi masalah, penderitaan demi penderitaan.

c. Yusuf Dipenjarakan oleh Potifar

Dalam kejadian 39:12-20 tertulis,Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: 'marilah tidur dengan aku' Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari keluar. Ketika dilihatnya perempuan itu, bahwa Yusuf meningalkan bajunya dalam tangannya dan telah lari keluar, dipanggilnyalah seisi rumah itu, Katanya kepada mereka: 'Lihat, dibawanya kemari seorang Ibrani, supaya orang ini dapat mempermainkan kita. Orang ini mendekati aku untuk tidur denganku, tetapi aku berteriak-teriak dengan suara keras. Dan ketika didengarnya bahwa aku berteiak sekeras-kerasnya, ditinggalkannyalah bajunya padaku, lalu ia lari keluar.' Juga di taruhnya baju Yusuf itu di sisinya sampai tuan rumah pulang. Perkataan itu jugalah yang diceritakan perempuan itu kepada Potifar, katanya: 'Hamba orang Ibrani yang kau bawa kemari itu datang kepadaku untuk mampermainkan aku. Tetapi ketika kau berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannya bajunya padaku, lalu ia lari keluar.' Baru saja di dengar oleh Tuannya perkataan yang diceritakan istrinya kepadanya; begini begitulah aku diperlakukan oleh hambamu itu, maka bangkitlah kemarahannya, Lalu Yusuf di tangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana ."

Ketika Yusuf dimasukkan ke dalam sumur Tuhan menolongnya. Ketika Yusuf dijual sebagai budak, Tuhan pun menolongnya. Yusuf memang mnjadi budak tapi budak kepercayaan Potifar, sehingga kehidupannya mulai membaik. Namun masalah yang menimpa yusuf tidak berhenti sampai disini. Istri Potifar tergoda oleh ketampanan Yusuf. Dia mulai mendekati Yusuf dan mengajaknya tidur bersamanya. Namun, Yusuf tetap menjaga kekudusannya -dia tidak mau berbuat dosa dan tidak mau menyakiti hati Allah. Yusuf juga tidak mau mengkhianati tuannya, Potifar. Niat baiknya ini malah membuahkan penderitaan untuknya. Istri Potifar kemudian memfitnah Yusuf, dan akibatnya, Yusuf dipenjarakan oleh Potifar.

Hidup kita pun terkadang menghadapi keadaan seperti itu. Kita sudah berusaha hidup benar, tetapi malah dituduh, difitnah orang, diperlakukan tidak adil, atau bahkan mungkin dijebloskan ke dalam penjara. Kita mungkin bertanya-tanya, dimanakah pertolongan Tuhan, atau mungkin kita mulai menggugat kebenaran Firman Tuhan. Kta sudah berusaha Taat dan selalu memegang Firman Tuhan tetapi mengapa Tuhan tidak mengulurkan Tangannya dan tidak menunjukkan kuasa mukjizat-Nya. Sekalipun Tuhan mengasihi Yusuf, Anda , dan saya, proses kehidupan untuk mencapai Anugerah dan janji Allah harus kita lewati. Orang yang dikasihi Allah bukan berarti sama sekali tidak mendapatkan masalah dalam kehidupan mereka.

d. Yusuf Dilupakan oleh Juru Minuman Raja

Kejadian 21-23 menuliskan, "Kepala juru minuman itu dikembalikannya ke dalam jabatannya, sehingga ia menyampaikan pula piala ke tangan Firaun; tetapi kepala juru roti itu digantungnya, seperti yang ditakbirkan Yusuf kepada Mereka. Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala Juru minuman itu, melainkan dilupakannya"

Didalam penjara, Yusuf bertemu denagan juru minuman dan juru roti raja. Karena Yusuf hidup dekat denan Tuhan, dia mendapatkan hikmat yang ajaib, yaitu dia bisa menafsirkan mimpi kedua orang itu. kepada juru minuman raja, Yusuf berkata,Beginilah arti mimpi mu itu : ketiga carang itu artinya tiga hari: dalam tiga hari ini Firaun akan meninggikan dan mengembalikan pangkatmu yang dahulu kala, ketika engkau jadi juru minumannya. Tetapi, ingatlah kepadaku, apabila keadaanmu telah baik nanti, tunjukkanlah terima kasihmu kepadaku dengan menceritakan hal ikhwal ku kepada Firaun dan tolonglah aku keluar dari rumah ini" (ayat 12-14). Dan benar dalam tiga hari, juru minuman raja itu dikeluarkan dari penjara. Bahkan jabatannya dikembalikan kepadanya. Namun dia tidak ingat kepada Yusuf yang telah menafsirkan mimpinya. Janji tinggallah janji. Yusuf di lupakan, ditinggalkan, diabaikan, tanpa pertolongan.

Kita mungkin juga pernah mengalami hal yang sama, dilupakan dan hanya mendapatkan janji kosong belaka. Misalnya, dalam hal berhubungan dengan lawan jenis atau dalam pekerjaan. Namun, kita tidak perlu khawatir karena Tuhan tidak akan lupa dengan janji-Nya. Itulah proses yang harus kita lalui, seperti halnya Yusuf mengalami serangkaian masalah.

Daud pun mengalami hal yang sama. Dia dipilih oleh Allah melalui Samuel dan diberi janji yang luar biasa, bahwa ia akan menjadi Raja. Namun setelah diurapi menjadi raja, Daud tidak langsung menajdi Raja. Sebaliknya, ia mengalami berbagai pergumulan dan tantangan. Bahkan dia dikejar-kejar oleh musuhnya, hingga ia lari kepadang gurun dan ia lari ke gua-gua. Seperti Yusuf dan kita, Daud juga menghadapi banyak masalah dan penderitaan. Namun, Allah tidak melupakan janji-Nya. Manusia boleh melupakan, keadaan boleh nampak tidak baik, atau bahkan tidak masuk akal, tetapi janji-Nya pasti digenapi.

3. Masalah Adalah Kendaraan untuk mencapai Anugerah Allah

Jika kita perhatikan dan kita maknai lebih dalam, semua masalah dan penderitaan yang dialami oleh Yusuf sebenarnya adalah kendaraan yang sedang dipakai oleh Allah untuk menuju pada Janji-Nya. Pada waktu mendapatkan janji Allah, Yusuf sedang berada di kanaan. Namun, Allah memberikan mimpi kepada Yusuf bahwa ia akan menjadi penguasa di Mesir. Karena itu, Yusuf harus sampai di mesir agar menjadi penguasa di sana. Bagaimana Allah membawa Yusuf ke mesir? Yaitu melalui tindakan kakak-kakak Yusuf yang membuangnya ke sumur dan akhirnya dijual sebagai budak ke Mesir. Yusuf perlu dibawa ke Mesir karena jika hanya tinggal di rumah, sangat sulit baginya untuk menjadi penguasa Mesir.

Kita perlu tahu bahwa penderitaan, kesulitan, dan tantangan hidup sesungguhnya adalah kendaraan yang Tuhan kirimkan kepada kita, kita sedang dalam perjalanan menuju rencana Alalh. Sekalipun Yusuf menjadi budak dan semua yang dialaminya menunjukkan bahwa tidak masuk akal Yusuf akan menjadi seorang penguasa, namun jika kita melihatnya dengan mata rohani, kita akan tahu bahwa Yusuf sedang mendekat pada janji dan rencana Allah.

Selain harus sampai ke mesir, untuk menjadi penguasaMesir, Yusuf harus masuk ke istana Raja Mesir, bukan hanya di rumah Potifar. Namun, Yusuf malah dipenjarakan oleh Potifar. Itulah cara Allah, hingga kemudian Allah membuat maslah yang menipa Raja Firaun. Raja mendapatkan mimpi yang tidak bisa ditafsirkan oleh para ahli mimpi di Mesir. Lalu Allah muli mengingatkan juru minuman Raja yang mimpinya pernah di tafsirkan oleh Yusuf dan terbukti. Dipanggilah Yusuf untuk menghadap raja Firaun dan menafsirkan mimpinya. Dari sini, kehidupannya mulai membaik dan bahkan kemudian, singkat cerita, Yusuf menjadi penguasa di Mesir.

Untuk membawa kita kepada penggenapan janji dan rencana-Nya, Allah memakai banyak cara, bahkan malalui masalah dan penderitaan. karena itu, jangan takut jika anada sedang dilanda maslalah. Setiap kali kita menghadapi masalah dan pergumulan, katakan pada Diri sendiri, "Aku tidak Takut. Masalahku adaalah kendaraan yang dikirim Allah agar saya bisa mencapai rencana-Nya."

Dulu, saya tidak percaya pada Tuhan. Saya hanya percaya pada fakta. Lalu, Tuhan mengirimkan maslah kepada saya. Rambut saya Rontok, alis habis, dan bulu mata pun habis. Saya sangat menderita. Namun, kemudian saya sadar bahwa masalah yang saya hadapi adalah kendaraan yang dikirim Allah dalam hidup saya agar saya bisa mencapai rencana-Nya dan supaya saya bisa melakukan perkara-perkara besar. Jika masalah itu tidak menimpa saya, saya mungkin tidak akan menjadi hamba Tuhan dan tetap akan menjadi orang yang tidak percaya kepada Tuhan.

Dalam pelayanan pun demikian. Sewaktu memulai pelayanan, banyak masalah, banyak penderitaaan, banyak air mata yang dihadapi. Bahkan mungkin banyak surat kaleng dari orang-orang yang tidak bisa menerima pelayanan kita. Benturan-benturan semacam ini akan menjadikan seseorang Hamba Tuhan semakin kuat dan lentur. Jika hamba Tuhan berhati keras, tidak akan menjadi berkat bagi orang lain. Inilah proses yang harus dijalani agar pelayanan kita berhasil. Daud tidak akan menjadi raja yang baik jika ia tidak mengalami proses yang keras dan sulit. Begitu pula kita. Kegagalan demi kegagalan yang menimpa kita adalah sebuah perjalanan berharga. Dalam mengambil langkah selanjutnya, kita akan lebih rendah hati dan bijak-rendah hati bahwa kita bukanlah apa-apa tanpa penyertaan Tuhan.

4. Menyingkapi Masalah

Tidak penting seberapa banyak atau seberapa besar masalah yang menimpa kita. Yang lebih penting adalah bagaimana kita bersikap menghadapi masalah tersebut. pengambilan sikap yang salah bisa menghancurkan. Namun, jika kita menghadapinya dengan benar, masalah itu akan menjadi kendaraan yang membawa kita pada rencana-Nya. Seperti halnya kendaraan, cara kita menyetir sangat memengaruhi apa yang akan terjadi terhadap diri kita. Jika kita menyetir secaraNgawur atau ugal-ugalan, kita bisa mengalami kecelakaan, atau bahkan masuk jurang, Namun jika kita menyetir dengan baik, hati-hati, dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas, kita akan sampai di tujuan dengan selamat.

Jika yusuf saat menaglami berbagai masalah merasa kecewa, tidak sungguh-sungguh taat kepada Tuhan, dan tidak mengiring Tuhan, ia tidak akan diberkati Tuhan. Yusuf tidak akan berhasil di rumah Potifar. Yusuf akan selamanya menjadi budak. Saat ini, mungkin anda sedang ditimpa berbagai masalah- Diperlakukan kejam oleh saudara-saudara Anda, dibuang oleh saudara anda hingga anda terpaksa menjadi pengemis atau pengamen. Mungkin saat ini, Anda sedang mengalami kekecewaan atau kegagalan dalam pekerjaan. Jangnlah putus asa atau bahkan sampai luntur iman anda. Tetaplah percaya kepada Tuhan seperti Yusuf. Tetaplah bekerja dengan baik dan rajin seperti Yusuf, tetaplah hidup dalam kebenaran, tetaplah beribadah, dan tetaplah setia melayani.

Dimanapun Anda berada dan apa pun yang Anda hadapi saat ini, tetaplah menjadi orang yang baik dan taat kepada Tuhan. Seperti Yusuf, sekalipun menjadi narapidana, Yusuf menjadi narapidana yang baik, bukan narapidana yang brutal, putus asa, kemudian bunuh diri. Yusuf memiliki sikap hidup yang benar, karena itu, meski berada di penjara, dia menjadi orang kepercayaan kepala penjara. Dimanapun berada entah di sekolah, di tempat kerja , di kelurga, ataupun masyarakat, jika kita menjaga sikap hidup yang benar, kita bisa menjadi berkat.

Sekalipun menjadi budak, Yusuf tidak menderita karena dia menjadi budak kepercayaan. Sekalipun hidup di penjara, Yusuf tidak menderuta karena dia adalah narapidana yang mendapatkan kepercayaan dari kepala penjara. Dia diangkat dan dibela karena memiliki sikap yang benar ketika meghadapi masalah

Sekalipun dimasukkan ke dalam sumur oleh Saudara-saudaranya, bahkan dijual sebagai budak ke Mesir, Yusuf tidak kecewa dan sakit hati. Sewaktu dilupakan oleh juru minum raja, Yusuf tidak kecewa. Sekalipun diperlakukan tidak adil dan difitnah oleh Istri Potifar, Bahkan sampai dijebloskan ke penjara, Yusuf tidak menyimpan dendam kepada mereka. Seburuk apapun yang dilakukan oleh orang lain kepada Yusuf, namun jika Allah memilki rencana yang luar biasa atas diri Yusuf, semua penderitaan yang dialaminya tidak ada apa-apanya. Dan jadilah rencana Tuhan itu atas diri Yusuf. Karena itu, janganlah khawatir karena tidak ada yang mustahil bagi Allah.

5. Allah Tetap Setia pada Janji-Nya


Ada seorang yang mengalami kebutaan sejak dia berusia 6minggu akibat penyakit yang dideritanya. Ketika menyadari "kekurangannya", dia merasa kecewa. Namun, seamkin dewasa, dia semakin menyadari bahwa Allah tetap mempunyai rencana atas dirinya meskipun dia buta. Ia yakin bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah. Karena itu, dia mulai mengucap syukur dan selalu berfikir positif. Dia menyadari "Kekurangannya " dari orang-orang lain yang bisa melakukan lebih banyak hal daripada dirinya. Maka, ia mulai mengasah talenta yang dimilikinya, yaitu menciptakan lagu. Setiap hari, dia memuji dan menyembah Tuhan, dan terus menerus menciptkan lagu. Salah satunya dan yang sangat terkenal dan masih saya ingat adalah "Yesus, Yesus, Dengar Doaku". Akhirnya, dia berhasil menciptakan enam ribu lagu. Lagu-lagu yang diciptakannya sangat berbobot dan dipakai Tuhan Dalam perkara-perkara yang besar.

Firman Tuhan mengajak Anda dan saya untuk tidak takut kepada masalah. Itulah kendaraan yang Allah kirimkan untuk membawa kita kepada rencana-Nya. Untuk itu, kita harus memiliki sikap yang benar, jangan kecewa, jangan putus asa, jangan sampai tergoda berbuat dosa, jangan sakit hati, dan jangan menyimpan dendam. pandanglah dan peganglah selalu janji Tuhan.

Yesus sendiri juga mengalami serangkaian penderitaan, bahkan hingga wafat di kayu salib, sebelum. Penderitaan-penderitaan Yesus pun adalah kendaraan untuk menuju rencana ilahi-Nya.

Penggenapan rencana Ilahi-Nya menjadikan banyak orang menerima pengampunan dan keselamatan. perjamuan Kudus mengingatkan kita bahwa penderitaan Yesus adalah kendaraan menuju janji dan rencana Allah.*****

Tidak ada komentar: