Strategi Meraih Kemenangan

Strategi Meraih Kemenangan

Apakah Anda selalu menganggap diri sendiri sebagai seorang pecundang ? Cara mengatasinya, belajarlah menjadi pemenang seperti impian Anda. Jika Anda punya kekuatan untuk menang, Anda dapat mencapai karir dan mimpi-mimpi Anda selama ini. Berikut tipsnya :

a. Kekuatan untuk menang berasal dari pikiran Anda sendiri
Teddy Roosevelt, mantan presiden AS, berujar, "Seluruh sumber daya yang kita perlukan ada dipikiran." Anda dilahirkan dengan potensi luar biasa yang terpendam. Anda telah memiliki segala yang diperlukan untuk jadi seorang pemenang.

b. Yakinlah pada diri Anda
Tanpa kegagalan
, Anda harus yakin bahwa Anda dapat mencapai tujuan dalam hidup ini. Jika tak yakin memilikinya, maka Anda tidak akan mencapainya. Kegagalan Anda adalah Investasi termahal bagi diri Anda sendiri maupun orang lain untuk meraih kesuksesan yang gilang gemilang.

c. Ketahuilah sesuatu yang membuat Anda bahagia
Jika Anda adalah orang yang senang berada di tengah orang banyak sementara Anda bekerja di sebuah gudang penyimpanan, silahkan Anda memikirkan kembali pilihan karir Anda. Renungkan dengan serius apa yang bisa membuat Anda enjoy dan bahagia dalam bekerja-sehingga Anda bisa mengekspresikan keceriaan Anda dalam bekerja dan tentu saja menghasilkan yang terbaik.

d. Evaluasi talenta Anda dengan jujur
Jika Anda tidak tahu kekuatan dan hal-hal apa saja yang perlu ditingkatkan,Anda mungkin saja salah menilai pekerjaan yang tepat untuk Anda. Mungkin saja Anda yakin memiliki kemampuan untuk melayani konsumen dengan baik, tapi bos dan mitra kerja menilai Anda butuh berlatih lagi.

e. Jangan biarkan latar belakang menentukan masa depan Anda
Jika pengalaman kerja Anda tidak terlalu mulus, jangan biarkan hal ini mempengaruhi prospek karir Anda
. Bila Anda telah memiliki tujuan, fokuslah pada hal ini. Jangan terpaku pada sindroma "saya ini orang malang" jika tidak berhasil mencapai sukses.

f. Ikuti teknik visualisasi cepat ini : gambarkan diri Anda tengah berlari dengan tim sepak bola
Bayangkan gawang adalah tujuan karir atau keinginan pribadi Anda. Bayangkan pula diri Anda yang berhasil menggolkan bola ke gawang lawan.

g. Kekuatan untuk menang adalah di tangan Anda
Tidak ada seorang pun yang dapat menyerahkan kesuksesan itu pada Anda. Andalah yang harus mewujudkan itu. Melakukan sesuatu dan selalu berusaha memberikan yang terbaik adalah satu-satunya cara untuk mencapai tujuan.

AGAPE PHOTO

AGAPE PHOTO
GOOD

Cari Blog Ini

Minggu, 31 Januari 2010






MASIH INGAT TEMAN TEMAN SEPERJUANGAN DIAGAPE WAKTU KITA NGMEN DISENAYAN,,,TERYATA TUHAN ITU BEGITU BAIK DISAAT KITA SUDAH TIDAK HARAPAN UTUK NYARI DANA TIBA2 TUHAN MENGERIM ORANG2 YANG RAMAH TERHADAP KITA,,,TAPI YNG AKU INGAT SIH CMA POTO POTO DOANG,,,



Kami berkumpul dan bersehati
Naikkan syukur di Tahta Suci
Segenap hati kami mulai bernyanyi

Naikkan pujian yang terbaik
Kau mulia Kau berkuasa
Lebih dari s'gala yang ada
Kau yang layak tuk di puja
Dan ditinggikan s'lama-lamanya

Reff:
Mari semua yang bernafas muliakan Dia
Nyatakanlah kebaikanNya sepanjang masa
Mari kita yang percaya muliakan Dia
Nyatakanlah kebaikanNya selama-lamanya.

KAMI PERLU KAU TUHAN
Pengarang : Bobby

Kemanakah kami mencari, kasih sejati
Ke manakah kami berseru
Saat badai datang menderu
Yang kami tau hanya Kau yang mampu
Pulihkan s'gala sesuatu...

Kami perlukan keajaibanMu
Kami butuhkan sentuhan TanganMu
Kami tak dapat jalan sendiri
Kami perlu Kau Tuhan...


KEMULIAAN HANYA BAGI-MU
Pengarang : Bobby

Tiada yang lebih indah
Tiada yang tebih Mulia
Selain namaMu Yesus Tuhan
Kuangkat suaraku
Nyanyi pujian bagiMu
Alam raya bersorak
Menyanyikan kebesaranMu

Reff:
Kemuliaan hanya bagiMu
KeagunganMu kekal s'lamanya
Kemuliaan hanya bagiMu
kutinggikan kebesaranMu
Kemuliaan hanya bagiMu

Ada waktu di hidupku

Ada waktu di hidupku
Pencobaan berat menekan
Aku berseru mengapa ya Tuhan?
Nyatakan kehendakMu
Jalan Tuhan bukan jalanMu
Jangan bimbang ataupun ragu
Nantikan Tuhan jadikan semua
Indah pada waktunya

Pada Tuhan masa depanku
Pada Tuhan kusrahkan hidupku
Nantikan Tuhan berkarya
Indah pada waktuNya
Hari esok tiada kutahu
Namun tetap langkahku maju
Kuyakin Tuhan jadikan semua
Indah pada waktuNya

Kamis, 28 Januari 2010

kebenaran

Kebenaran

Penatua William R. Bradford
Dari Tujuh Puluh

Tiada perasaan lainnya dalam jiwa manusia yang dapat membawa suka cita dan kebahagiaan dari pada mengetahui bahwa Anda sedang melakukan segala sesuatu untuk menjadi orang yang benar.

Penatua William R. Bradford
Kita hidup pada masa di mana banyak pria dan wanita tidak mempertimbangkan moralitas terhadap tindakan mereka, makanya mereka percaya bahwa apa yang mereka lakukan hanya memiliki akibat sosial. Dalam hal ini mereka mengyangkal Allah, dan mereka juga menyangkal bahwa hal-hal kalau tidak benar adalah salah.

Setiap dari kita pada suatu saat atau lainnya telah mendengar pernyataan, "baiklah, lakukan apa yang Anda ingin lakukan," dan hal itu sama dengan kebanyakan penduduk bumi ini.

Saya bersaksi kepada Anda bahwa ada cara yang lebih baik. Itu adalah untuk menjalankan hidup yang benar.

Kata kebenaran adalah kata yang paling menarik dan unik. Itu adalah sebuah kata yang meliputi deretan elemen yang luas yang menyebar dan mencakup semua sifat Allah. Orang seperti itu, yang saleh, adalah seperti Allah.

Benar dan salah memang ada dan saling bertentangan. Tindakan manusia tentunya mempunyai akibat moral. Injil Yesus Kristus mendefinisikan kepada kita perbedaan antara apa yang baik dan apa yang jahat. Apa yang baik berasal dari Allah. Kristus berkata: "Dan segala sesuatu yang menggerakkan manusia untuk berbuat baik berasal dari Aku, karena kebaikan tiada lain, hanya berasal dari Aku. Akulah yang sama yang memimpin manusia kepada segala yang baik" (Eter 4:12).

Kebenaran adalah gabungan dari segala yang baik. Itu memeluk asas-asas kuasa surgawi dan hukum di mana segalah hal tentang Allah ditangani dan dikendalikan serta dikuasai.

Dalam kebenaran ada kesederhanaan yang besar. Dalam setiap pilihan yang menghadapi kita dalam kehidupan ada cara yang benar atau cara yang salah untuk melanjutkan. Jika kita memilih cara yang benar, kita didukung dalam tindakan kita dengan asas-asas kebenaran di mana ada kekuatan dari surga. Bila kita memilih cara yang salah dan bertindak pada pilihan itu, tiada janji atau kekuatan surgawi seperti itu, dan kita sendirian dan ditakdirkan untuk gagal.

Pertanyaan muncul: Bagaimana kita dapat mengetahui mana yang benar dan mana yang salah? Seperti Bapa Surgawi kita yang mengirim Putra-Nya Yesus Kristus, untuk menciptakan bumi ini dan melaksanakan dan menguasai semua hal yang berkaitan dengan itu, maka Dia mengirim Roh Kudus untuk bertindak sebagai perantara antara manusia di bumi dan terang dari Roh.

Terang dari Roh diorganisasi sebagai sistem komunikasi untuk menyampaikan konsep kebenaran ke dalam pikiran anak-anak Allah. Sebagai perantara dari kuasa yang besar ini, Roh Kudus akan menerangi pikiran kita dan memberikan kepada kita kejelasan dalam memahami konsep kebenaran bila kita mematuhi hukum-hukum yang menguasai penggunaan Roh. Ini adalah cara di mana Bapa di Surga kita mengajari kita kebenaran dari kesalahan. Jika kita bersedia untuk belajar cara-Nya dan mematuhinya, kita tidak akan pernah perlu untuk menebak, tetapi akan selalu mengetahui dengan yakin perbedaan antara kebenaran dan kesalahan.

Dalam kebenaran ada pemenuhan iman dan pengharapan. Setiap berkat yang Tuhan janjikan kepada anak-anak-Nya adalah ditentukan berdasarkan ketaaatan terhadap hukum dan perintah-Nya. Ketaatan terhadap hukum dan perintah-Nya adalah yang membuat kita benar, dan kebenaran itu membuat kita memenuhi syarat menerima berkat-berkat yang dijanjikan.

Setiap dari kita hidup dengan keadaan masing-masing. Ada tantangan dengan kesehatan, ekonomi, pendidikan, hidup sendirian kesepian, tekanan, perundungan, pelanggaran dan daftar tiada habisnya tentang kondisi yang ada. Solusi pada segala tantangan ini adalah kebenaran.

Di mana ada ketidakpatuhan pada hukum dan perintah Allah, dalam kebaikan hati Dia memberikan bagi kita hukum pertobatan. Bila kita bertindak terhadap hukum yang luar biasa ini, kita akan diampuni dari ketidakpatuhan kita dan menjadi lebih benar, demikian pertobatan membimbing kita pada kebenaran. Banyak, secara nyata kebanyakan tantangan yang kita miliki dalam kehidupan fana dapat dipecahkan melalui pertobatan. Segalanya akan dapat diselesaikan akhirnya melalui kebenaran.

Ada suka cita dan kebahagian yang besar dalam berusaha untuk hidup benar. Dengan istilah yang sederhana, rencana Allah bagi anak-anak-Nya adalah bahwa mereka datang ke bumi ini dan berbuat segala sesuatu yang mereka bisa untuk belajar dan hidup dalam kepatuhan terhadap hukum-hukum. Kemudian, setelah mereka berbuat segala sesuatu, pekerjaan penyelamatan Juruselamat Yesus Kristus, cukup untuk berbuat segala yang tidak mereka bisa lakukan kepada diri mereka sendiri.

Nabi Moroni zaman dulu, sewaktu dia menyelasaikan tugas dan menutup ringkasan catatan tentang hubungan Allah dengan orang-orang-Nya, yang mana adalah Kitab Mormon, mengatakannya dengan cara ini: "Ya, datanglah kepada Kristus, dan jadilah sempurna di dalam Dia, dan tolaklah segala hal yang tidak bertuhan; dan jika kamu akan menyangkal segala hal yang tidak bertuhan dan mengasihi Allah dengan segala daya, pikiran dan kekuatanmu, maka karunia-Nya cukup untukmu, supaya oleh kasih karunia-Nya kamu menjadi sempurna dalam Kristus" (Moroni 10:32). Cara Moroni mengatakan berbuatlah segala sesuatu adalah untuk mengasihi Allah dengan segala daya pikiran dan kekuatanmu.

Berusaha untuk hidup benar adalah mencoba untuk melakukan segala sesuatu yang kita bisa dalam kepatuhan. Dengan ini datang kedamaian dalam dan penghiburan bahwa dalam melakukan segala yang kita bisa, rencana Allah kita akan selesai atas nama kita. Tiada perasaan lainnya dalam jiwa manusia yang dapat membawa sukacita dan kebahagian daripada mengetahui bahwa Anda sedang melakukan segala sesuatu untuk menjadi orang yang benar.

Dalam kebenaran ada keselamatan dan keamanan. Dengan itu kita mengikat Tuhan. Dia mengatakan: "Karena nama orang yang benar akan dituliskan di dalam kita kehidupan dan kepada mereka akan aku anugerahkan sebuah warisan di sebelah kanan-Ku. Saudara-saudaraku, apa yang dapat kamu katakan me-ngenai ini? Aku berkata kepadamu, jika kamu bicara menantangnya, tidak menjadi soal, karena firman Allah harus digenapi" (Alma 5:58).

Dalam dunia ini di mana pelanggaran, korupsi, dan terorisme menimbulkan ketakutan kepada manusia, di mana kita berpaling untuk keselamatan dan keamanan? Tidak ada keselamatan dan keamanan kecuali dalam kebenaran. Tidak ada tempat berlindung. Tidak ada tembok yang akan menahan iblis dan usahanya untuk menantang semua kebenaran. Tidak ada pembelaan terhadap yang tidak pasti dan yang tidak diketahui kecuali kebenaran. Ketakutan dalam hati dan pikiran manusia dapat menjadi damai hanya dengan menggantikan ketakutan itu dengan sebuah pengertian tentang rencana kebahagian Allah dan pengetahuan bahwa mereka melakukan segala sesuatu untuk menjadi benar dan layak untuk sesuai dengan keselamatan kekal.

Sewaktu kekuatan dari kebaikan dan kejahatan menjadi lebih jelas, mereka yang tidak mempunyai akibat moral pada kelakuan mereka akan menemukan kehidupan mereka dalam kekacauan di mana pola hidup mereka akan menjadi berat bagi mereka. Kemudian wahyu akan digenapi di mana dikatakan: "Dan segala sesuatu akan menjadi kacau dan sesungguhnya, manusia akan hilang keberaniannya, karena rasa takut akan menimpa semua orang" (A&P 88:91).

Bila harinya tiba, Orang-orang Suci Allah yang saleh akan menjadi satu-satunya umat yang dikuasai dengan baik dengan siapa dunia akan dapat berpaling. Di sanalah di mana mereka akan menemukan kestabilan dan kekokohan. Mereka akan datang, dengan tidak mengetahui ajaran dari yang benar, tetapi itu akan menjadi seperti yang diramalkan: "Karena lihatlah, Aku berfirman kepadamu bahwa Sion akan berkembang dan kemuliaan Tuhan akan berada di atasnya. Dan dia akan menjadi sebuah panji bagi bangsa-bangsa dan akan datang kepadanya orang-orang dari segala bangsa di kolong langit" (A&P 64:41­42).

Kebenaran adalah cara yang lebih baik. Akhirnya, itulah cara satu-satunya. Dalam kebenaran ada kekuatan untuk menyediakan suka cita dan kebahagian dan keamanan dan keselamatan yang diinginkan dan dicari dari semua masa generasi

Kelihatannya seperti solusi yang sederhana tetapi kenyataannya adalah bahwa "Setan berkeliaran di negeri dan dia melanjutkan menipu bangsa-bangsa" (A&P 52:14). Ada pertentangan. Benar dan salah memang ada. Tindakan kita sungguh mempunyai akibat moral. Tidak ada cara benar untuk melakukan hal yang salah.

Sebagai seorang yang dipanggil sebagai saksi Yesus Kristus dan untuk memaklumkan injil-Nya, saya memohon bahwa Anda tidak akan menunda melakukan segala sesuatu yang Anda dapat lakukan. Bahwa Anda akan berusaha untuk me- ngetahui hukum-hukum dan perintah-perintah-Nya dan bekerja dengan mendesak untuk mematuhinya. Dengan ini Anda akan memasuki sebuah proses yang akan membuat Anda saleh dan demikian layak untuk berkat-berkat yang dijanjikan.

Yesus Kristus adalah pemimpin pekerjaan ini. Dia adalah Allah kebenaran. Dalam belas kasih-Nya yang penuh kebaikan budi Dia menyediakan bagi kita seorang Nabi yang benar, dengan siapa, yang jika kita ikuti, kita akan melakukan apa yang benar. Untuk kebenaran dari kenyataan ini dan kata-kata yang saya ucapkan saya bersaksi dalam nama Yesus Kristus, amin,,,

Sabtu, 16 Januari 2010

Manusia berusaha mendapatkan.
Allah berusaha memberi. Memberi adalah caraNya Tuhan.
Hidup dalam jalanNya Tuhan berarti menjadi seorang pemberi.
Cara dunia untuk mengumpulkan dan meningkatkan uang, pakaian, harta miliki,
rumah, tanah dan bisni adalah dengan MENDAPATKAN.

Matius 6:31-33

Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan?
Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari
bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga
tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. TETAPI CARILAH dahulu Kerajaan
Allah dan kebenarannya, maka SEMUANYA ITU AKAN DITAMBAHKAN KEPADAMU.

Dalam kerajaan Allah, Yesus Kristus kelihatannya tidak punya masalah kalau
kita mempunyai segala hal yang di sebut di atas.

Akan tetapi Dia memberikan pernyataan bagaimana caranya untuk memperoleh
semua itu, bukan dengan MENDAPATKAN tetapi dengan MEMBERI.

Memberi adalah memberi.

Memberi itu bukan membayar seseorang untuk apa yang sudah dikerjakannya.

Memberi itu bukan menaruh sesuatu di tangan seseorang dengan ketentuan dia
harus melakuan sesuatu.

Memberi itu bukan meminjamkan.

Memberi itu adalah melepaskan sama sekali kendali tentang sesuatu hal
kepada orang lain, sehingga mereka bisa melakukan apa pun yang mereka suka kepada
barang yang diberikan.

Kekayaan sejati tidak diukur dari apa yang yang dipunyai seseorang, tetapi
bagaimana mereka memberi dibanding apa yang mereka miliki.

Semua orang bisa memberi sesuatu. Kita termasuk orang kaya kalau kita bisa
memberi sesuatu. Bahkan benda yang paling sederhana pun bisa menjadi suatu
pemberian bagi orang lain. Kalau kita bertemu dengan orang yang tidak bisa
tersenyum, kita bisa memberikan senyum kita kepadanya.

Hidup kita akan menjadi petualangan dalam memberi, bukannya pergumulan
untuk mendapat.

Bagaimana Mengetahui Anda Seorg Kristen Tulen?

Bagaimana Anda Mengetahui Bahwa Anda Adalah Seorang Kristen Tulen?
BY: JONATHAN EDWARDS
Disadur dari karya* Jonathan Edwards

“Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.” (Yak. 2:19)

Apakah Anda milik Allah? Dari mana Anda tahu hal ini dengan pasti? Mari kita lihat apa yang menjadi pegangan orang-orang pada umumnya yang membuktikan bahwa diri mereka adalah milik Allah dan diterima oleh Allah. Sebagian menganggap diri adalah milik Allah karena mereka tidak seperti orang-orang jahat – mereka tidak membunuh, tidak mencuri, pergi ke gereja pada hari minggu – intinya adalah mereka baik-baik saja di hadapan Allah. Sebagian lagi menganggap bukti penerimaan Allah atas diri mereka adalah karena keluarga mereka sudah menjadi Kristen dari generasi ke generasi; mereka sudah diterima sebagai anggota gereja mainstream (bukan gereja sesat loh) selama bertahun-tahun; mereka sudah menjadi majelis gereja; mereka mengetahui doktrin-doktrin Kristen dan bukan orang Kristen biasa yang hanya seminggu sekali ke gereja.


Tentu saja Rasul Yakobus setuju bahwa semua itu baik, termasuk pengetahuan akan doktrin Kristen itu baik, bahkan bukan hanya baik tetapi merupakan suatu keharusan bagi orang Kristen untuk mengetahui apa yang diimaninya. Karena tidak ada seorang pun yang dapat menjadi pengikut Kristus tanpa percaya kepada Allah yang benar – Allah menurut Alkitab – seperti yang tertulis di Ibrani 11:6, “... barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang-orang yang bersungguh mencari Dia.”


Rasul Yakobus mempunyai posisi yang jelas bahwa percaya akan keberadaan Allah yang sejati itu baik, tetapi baginya itu bukan bukti seorang diselamatkan. Maksudnya, jika Anda mengatakan bahwa Anda adalah seorang Kristen dan percaya kepada Allah yang Esa, ini bukan bukti bahwa Anda diselamatkan. Mengapa demikian? Rasul Yakobus mengatakan bahwa setan-setan percaya kepada Allah namun tetap akan dihukum di neraka. Setan percaya akan hal itu – hal yang sama yang Anda pikir merupakan bukti Anda diterima Allah – Anda bisa yakin akan hal itu! Lebih lagi, setan-setan bukan saja percaya kepada Allah, mereka juga percaya bahwa Allah adalah Allah yang kudus, Allah yang benar, Allah yang membenci dosa, Allah yang akan melaksanakan penghakiman, dan Allah yang akan menjalankan penghakiman tersebut atas diri mereka. Karena pengetahuan inilah, maka mereka gemetar. Sudah jelas mereka mengenal Allah bahkan jauh lebih solid daripada pengetahuan manusia.


Jadi, apakah pengetahuan pengenalan akan Allah menjamin kita masuk sorga? Sama sekali tidak! Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa setan tidak mempunyai pengharapan akan keselamatan. Kepercayaan mereka akan Allah tidak dapat melepaskan mereka dari hukuman kekal di neraka. Dengan demikian kita memahami bahwa bagi setan, percaya kepada Allah bukan merupakan bukti anugerah keselamatan Allah. Hal ini juga berlaku bagi manusia.


Kita akan semakin mengerti jika memikirkan dengan lebih tajam lagi tentang siapakah setan itu. Setan itu tidak kudus, dan apapun yang ia alami bukanlah pengalaman yang kudus. Iblis itu benar-benar jahat: “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta” (Yoh. 8:44), “Barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu” (1Yoh. 3:8), “karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.” (Ef. 6:12) Dengan demikian setan disebut sebagai roh jahat, roh yang tidak kudus, kekuatan kegelapan, dan sebagainya,


Sudah jelas bagi kita sekarang, bahwa apapun yang berada di dalam pikiran setan – entah itu pengetahuan atau kepercayaan kepada Allah – tidak mungkin kudus atau menjadi kekudusan sejati. Setan mengetahui banyak hal tentang Allah dan agama, tetapi apa yang mereka ketahui tidak mungkin menjadi pengetahuan yang kudus. Mereka bukan hanya mempunyai pengetahuan, tetapi juga mempunyai emosi yang kuat terhadap Allah, sedemikian kuatnya sampai-sampai mereka “gemetar”. Tetapi ketakutan ini bukan emosi yang kudus karena tidak berhubungan dengan pekerjaan Roh Kudus. Jika hal itu berlaku kepada setan, maka berlaku juga dalam hal emosi manusia kepada Allah.


Perhatikanlah kenyataan ini: bahwa seberapa pun murninya, seberapa pun tulennya dan dashyatnya pemikiran akan pengetahuan Allah dan emosi ketakutan kepada Allah, itu tidak berarti apa-apa. Setan sebagai makhluk roh mempunyai pengetahuan akan Allah yang tidak mungkin bisa diketahui oleh manusia di dunia. Pengetahuan mereka tentang keberadaan Allah jauh lebih nyata daripada pengetahuan manusia mana pun di dunia ini. Mereka memiliki kemurnian pengetahuan ini karena sejak semula mereka sudah berperang dengan kekuatan kebaikan. Suatu ketika sebelum Tuhan Yesus mengusir setan, mereka berteriak kepada-Nya, “... Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?” (Mat. 8:29)


Mari kita pikirkan sekarang, apa yang lebih besar dari pengetahuan setan akan Allah dan emosi mereka terhadap-Nya? Apa yang lebih dashyat dari pengalaman mereka? Namun demikian, seberapa pun dashyatnya pengetahuan dan emosi mereka, mereka tetap tidak kudus. Allah yang kudus, yang menjadi objek kudus dari pemikiran setan tidak membuat pengetahuan dan emosi mereka menjadi kudus. Matius 8:29 menunjukkan bahwa setan mengenal Tuhan Yesus melebihi siapapun. Mereka mengetahui bahwa Tuhan Yesus akan menghakimi mereka suatu hari kelak karena Dia adalah Allah yang kudus. Tetapi sekali lagi, pengetahuan dan emosi setan yang tulen terhadap hal-hal rohani yang kudus, sama sekali bukan bukti anugerah keselamatan Allah bagi setan. Mereka sudah menunggu hukuman kekal di neraka kelak. Jika manusia tidak melebihi apa yang dimiliki setan, maka bagaimana mungkin manusia tidak mengalami hal yang sama dengan setan? Jika demikian halnya, dapatkah kita katakan bahwa pengetahuan dan emosi kita kepada Allah adalah bukti kita diselamatkan? Tidak ada.


Disadur oleh
Yenty Rahardjo Apandi
Pemudi GRII Singapura

* Judul aslinya “True Grace Distinguished from the Experience of Devils”
Sumber : www.buletinpillar.org

Post edited by: fenchu, at: 2010/01/12 18:54
| | The administrator has disabled public write access.
Fenchu
User

Junior Boarder
Posts: 8
graphgraph

Bagaimana Mengetahui Anda Seorg Kristen Tulen?(2) - 2010/01/12 18:48 Bagaimana Anda Mengetahui Bahwa Anda Adalah Seorang Kristen Tulen? (Part 2)
BY: JONATHAN EDWARDS

Disadur dari karya* Jonathan Edwards

Dari pembahasan di edisi yang lalu dapat diambil kesimpulan: pertama, tanda kepastian akan keselamatan tidak bergantung pada seberapa banyak seseorang mengetahui tentang Allah dan Alkitab. Iblis sebagai penghulu malaikat mengetahui sangat banyak tentang Allah, bahkan dapat dikatakan tidak ada yang dapat menandinginya. Di dalam Alkitab, dia dikatakan sebagai bintang terang, bintang pagi, api yang menyala, sosok kesempurnaan dalam kekuatan dan kebijaksanaan (Yes. 14:12; Yeh. 28:12-19). Bahkan setelah kejatuhan pun, Iblis tidak kehilangan kemampuannya. Kehancuran rohani dialaminya saat dia berdosa, tetapi kemampuan alaminya tidaklah hancur. Dia masih tetap pintar, memiliki pengetahuan, bahkan di dalam Alkitab dikatakan sebagai yang “lebih cerdik” dari semua makhluk lainnya (Kej. 3:1; 2Kor. 11:3; Kis. 13:10). Dengan kepintaran yang masih ada padanya, dia menggoda dan mencobai manusia sebagai pengasahan dan pengaplikasian pengetahuannya. Hal ini merupakan fakta bahwa Iblis mempunyai pengetahuan yang aktual dan benar.


Pengetahuan Iblis terbentang dari pengetahuan tentang Allah, dunia yang kelihatan dan tidak kelihatan, mencakup dari sejak penciptaan (Ayb. 38:4-7). Iblis tahu bagaimana Allah menciptakan dunia ini dengan segala keteraturannya. Iblis bahkan juga tahu bagaimana Allah menggenapkan rencana keselamatan-Nya kepada dunia. Iblis pasti sangat memperhatikan dan mempelajari seluruh kehidupan Kristus, Sang Firman yang berinkarnasi, secara mendetail.


Dengan demikian, Iblis mengetahui banyak sekali tentang Allah, pekerjaan Allah, dan dunia ciptaan Allah. Dia juga mempunyai pengetahuan yang sangat hebat tentang Alkitab. Hal ini terlihat dari bagaimana dia dengan beraninya mencobai Sang Firman dengan firman. Iblis juga mengetahui dengan jelas isi hati manusia yang merupakan medan peperangan antara dirinya dengan Sang Pencipta. Iblis juga mempunyai pengalaman beribu-ribu tahun dalam menggoda dan menipu manusia. Dengan dua pengetahuannya – pengetahuan akan Allah yang begitu dalam dan akan isi hati manusia melalui pengalaman beribu-ribu tahun – Iblis mampu menghasilkan agama palsu yang mirip sekali dengan agama sejati dan menjadikan dirinya sebagai malaikat terang (2Kor. 11:14).


Dari pembahasan ini kita melihat bahwa pengetahuan akan Allah dan agama tidak membuktikan bahwa seseorang diselamatkan. Seseorang mungkin saja fasih dalam membicarakan tentang Alkitab, Allah Tritunggal, Dwinatur Kristus, bahkan mempunyai kemampuan berkhotbah yang baik, menjadi majelis gereja, memberitakan jalan keselamatan, dan mengajarkan bagaimana seharusnya seorang Kristen hidup, tetapi semua yang membangun gereja dan memberikan pencerahan kepada dunia ini tetap bukanlah bukti dari kasih karunia keselamatan dari Allah di dalam hati orang tersebut.


Dengan kata lain, persetujuan akan Alkitab bukanlah tanda jelas dari keselamatan. Yakobus 2:19 menyatakan bahwa Iblis percaya kepada kebenaran. Iblis bukanlah seorang bidat dalam konteks ini. Tetapi yang dikatakan di dalam Alkitab tentang percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah sebagai bukti dari kasih karunia Allah terhadap keselamatan bukanlah semata-mata persetujuan dengan kebenaran. Titus 1:1 menjelaskannya sebagai “… iman orang-orang pilihan Allah dan pengetahuan akan kebenaran seperti yang nampak dalam ibadah kita.”


Berikutnya, ada sebagian orang yang mempunyai pengalaman-pengalaman rohani yang sangat kuat dan berpikir bahwa itulah bukti dari pekerjaan Tuhan (pemilihan Tuhan atas dirinya). Iblis mempunyai pengalaman rohani yang lebih dahsyat. Iblis hidup di dunia rohani dan melihat langsung semua yang terjadi di dalam dunia rohani. Apakah Iblis diselamatkan melaluinya? Tentu saja tidak! Demikian juga manusia di neraka kelak pun akan mengalami pengalaman rohani yang dahsyat yaitu ratapan dan kertak gigi (Mat. 13:42) yang justru adalah bukti bahwa mereka tidak diselamatkan dan bukan diselamatkan. Jadi, seberapa dahsyat pun pengalaman rohani bukanlah tanda jelas bahwa kita diselamatkan.


Iblis paling jelas dalam hal pengalaman yang dahsyat ini. Dia mempunyai kesadaran akan kemuliaan dan kuasa Allah yang melampaui siapapun. Tetapi kesadaran ini (pengalaman rohani ini) tidak menjadikan mereka diselamatkan melainkan membuat mereka gemetar. Roma 9:22 mengatakan, “Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan – ” Jelas, tidak semua yang mengalami kemuliaan dan kuasa Allah akan diselamatkan. Artinya, pengalaman rohani bukanlah tanda kepastian keselamatan dari Tuhan ada pada kita.


Disadur oleh
Yenty Rahardjo Apandi
Pemudi GRII Singapura

* Judul aslinya “True Grace Distinguished from the Experience of Devils”

Post edited by: fenchu, at: 2010/01/12 18:49
| | The administrator has disabled public write access.
Fenchu
User

Junior Boarder
Posts: 8
graphgraph

Bagaimana Mengetahui Anda Seorg Kristen Tulen?(3) - 2010/01/12 18:52 Bagaimana Anda Mengetahui Bahwa Anda Adalah Seorang Kristen Tulen? (Part 3)
BY: JONATHAN EDWARDS

Disadur dari karya* Jonathan Edwards

Dari pembahasan di edisi-edisi sebelumnya, kita dapat melihat bahwa tidak ada manusia yang mempunyai apa yang dipunyai oleh Iblis: tidak ada yang pernah gemetar karena ketakutan seperti yang dialami Iblis, tidak ada yang mempunyai pengetahuan sama seperti Iblis, tidak ada yang mengerti keluasan kekekalan seperti Iblis sehingga merindukan keselamatan melebihi apapun di dalam hidupnya. Maka, Rasul Yakobus mengatakan bahwa jika ada orang yang berpikir kepercayaan kepada Allah yang Esa adalah bukti dari anugerah Allah, setan pun percaya akan hal itu dan kepercayaan ini bukanlah bukti dari keselamatan. Bukan hanya aksi percaya yang dimaksudkan oleh Rasul Yakobus, tetapi juga kepada emosi hati dan perbuatan yang menyertai kepercayaan mereka, seperti gemetar.


Alkitab juga tidak menyatakan seberapa banyak manusia tidak bisa melihat kemuliaan Allah dan seberapa banyak tidak mendapatkan anugerah Allah di dalam hati mereka. Allah tidak menyatakan kepada berapa banyak orang Allah menyatakan diri-Nya dan seberapa banyak orang meresponi Allah dan anugerah-Nya dalam hati mereka. Mungkin kita ingin sekali mendapatkan suatu rumusan untuk mengukur dan memastikan seseorang diselamatkan, baik rumusan untuk mengukur jumlah pengalaman rohani atau pengetahuan tentang kebenaran. Ironisnya, mungkin sekali justru orang-orang yang tidak diselamatkanlah yang mempunyai pengalaman rohani jauh lebih dahsyat daripada mereka yang diselamatkan. Jadi, jumlah pengalaman rohani ataupun pengetahuan tidaklah dapat dijadikan takaran untuk memastikan keselamatan karena bahkan di dalam mereka yang diselamatkan, Roh Kudus memberikan pengalaman rohani dan pengetahuan dalam takaran yang berbeda-beda.


Sampai di sini, kita sangat mungkin menyetujui seluruh pembahasan di atas. Kita setuju bahwa percaya kepada Allah, melihat kemuliaan dan kekudusan Allah, dan mengetahui bahwa kematian Kristus adalah bagi orang berdosa, bukanlah merupakan bukti sama sekali bahwa seseorang diselamatkan karena setan pun mengetahuinya. Tetapi kita akan melanjutkan pemikiran kita dengan mengatakan bahwa kita mempunyai sesuatu yang setan tidak punya. Kita mempunyai sukacita, damai, dan kasih yang tidak dipunyai oleh setan. Yes! Benar sekali! Tentu saja kita mempunyai sesuatu yang tidak dipunyai oleh setan, tetapi apakah semuanya itu benar-benar tidak dipunyai setan? Belum tentu. Setan boleh saja tidak mempunyai sukacita, damai, dan kasih, tetapi pengalaman kita itu mempunyai penyebab yang sama dengan pengalaman setan sehingga pengalaman-pengalaman ini tidaklah lebih baik dari kepunyaan setan.


Setan mempunyai dua penyebab utama dalam segala yang dialaminya, yaitu pengetahuan alamiah dan kasih kepada diri. Pengetahuan alamiah membuat mereka melihat Allah yang kudus di dalam keberdosaan mereka, Allah yang tidak terbatas di dalam keterbatasan mereka, dan Allah yang Mahakuasa di dalam kelemahan mereka. Kasih kepada diri membawa mereka kepada kerinduan akan kekekalan. Kedua hal ini mengakibatkan setan sadar akan penghakiman Allah. Allah dengan kemuliaan-Nya yang dahsyat akan menghakimi mereka dengan sempurna selama-lamanya. Hal inilah yang menggelisahkan mereka – hari penghakiman – ketika mereka melihat kemuliaan Kristus dan orang-orang kudus-Nya.


Tetapi bagaimanakah dengan sukacita, damai, dan kasih yang tidak dialami setan? Hal itu mungkin lebih kepada situasi yang dialami di dalam pengasihanan Allah yang memberikan anugerah kepada manusia, seperti hujan (Mat. 5:45) daripada suatu perbedaan di dalam hati. Dalam situasi atau kondisi ini, manusia di dalam pengertian pengetahuan alamiahnya dapat merasakan apa yang setan tidak rasakan.


Sedangkan dalam hal kasih kepada diri, manusia menjadi mampu untuk seolah-olah independen dari Allah dan juga sesamanya. Kasih kepada diri cukup kuat untuk membuat seseorang seolah-olah mampu berdiri sendiri di luar kasih karunia, bahkan berdiri di hadapan Allah. Mereka tahu kalau dirinya tidak terlalu jelek sehingga mereka yakin bahwa Allah mengasihi mereka bahkan ketika pemberitaan Kristus yang mati bagi mereka diberitakan. Itulah kasih yang mirip setan yang juga ada di dalam hati setan.


Nah, kalau kita melihat setan-setan yang tahu bahwa dirinya adalah musuh Allah selama-lamanya dan tidak berpengharapan namun tetap sangat aktif dan berjuang habis-habisan, alangkah indahnya kalau mereka dapat berharap seperti manusia berharap? Bagaimana jika seorang setan tiba-tiba membayangkan Allah yang mungkin bisa menjadi temannya, mengampuninya, dan membawanya masuk ke surga? Bukankah itu luar biasa dan dia akan sangat bersyukur? Bukankah setan ini dapat sangat amat mengasihi Allah yang mirip dengan setiap orang juga mengasihi yang menolong dirinya? Hal apalagi yang dapat mendorong perasaan sampai memuncak, mendalam, dan penuh ketulusan? Sebegitu luar biasanya sehingga banyak orang yang telah tertipu oleh delusi yang ditanam setan sejak berabad-abad lalu sampai sekarang.


Kalau begitu, apa yang menjadi tanda pasti dari anugerah Allah melalui Roh Kudus di hati kita? Di mana letak perbedaannya dengan yang dari setan? Jawabannya terletak pada sumber dan hasil atau buah-nya. Sumber-nya adalah perasaan ketakjuban akan keindahan kekudusan dan cinta kasih dari segala sesuatu yang berasal dari Allah. Hatinya akan tertawan dan tertarik kepada Sang Ilahi.


Hal tersebutlah yang tidak mungkin dan pasti tidak akan mungkin dialami oleh setan dan manusia yang terkutuk di neraka. Sebelum setan-setan jatuh, mereka memang mempunyai hal tersebut tetapi mereka telah kehilangan secara total keindahan itu sesudah kejatuhan mereka. Itu adalah satu-satunya hal yang hilang dari pengetahuan mereka akan Allah namun itulah kefatalan mutlaknya. Setan tetap mengetahui kuasa, keadilan, dan kekudusan Allah, banyak sekali fakta tentang Allah, tetapi pada saat yang bersamaan mereka tetap buta. Mereka mengetahui keagungan Allah tetapi tidak bisa melihat Allah yang penuh cinta kasih. Mereka mengetahui banyak detail pekerjaan Allah di dunia dalam sejarah tetapi tidak bisa melihat keindahan-Nya. Justru semakin mengenal Allah, mereka semakin membenci Allah karena memang letak kebenciannya adalah pada kekudusan dan kesempurnaan moral-Nya. Karena itu, setan-setan pasti membenci mereka yang telah dikuduskan oleh darah Sang Kudus. Terlebih lagi kebencian setan memuncak dan mencapai kemutlakan terhadap Sang Kudus kekal itu sendiri yang bijaksananya tak terselami dan kuasanya tak terbatas!

Rabu, 13 Januari 2010

Pengalaman Istimewa Ibadah Yesaya
(Yesaya 6:1-13)

(Pdt. Michael Lapian)

"Kegagalan pertama yang manusia lakukan adalah kegagalan menyembah Allah"

Tidak mengherankan jika sejarah mencatat bahwa ras manusia berada dalam perjuangan hidup yang sangat berat. Hidup yang harus dijalani sering lebih cepat diakhiri dengan bunuh diri atau euthanasia. Ada yang berjalan dengan apatis, yang lain melihat sosok diri penuh kekurangan yang membuat hilang percaya diri, menjadi stres dan tidak sedikit yang menjadi gila.

Ada yang menghadapi semua tantangan dengan sikap yang optimis, penuh percaya diri sehingga jatuh pada kesalahan yang sama seperti kejatuhan manusia pertama, yaitu jatuh dalam sikap tidak mau menyembah Allah. Menurut mereka "manusia adalah "Allah" itu sendiri", yang menentukan hal baik atau jahat.

Melihat kerusakan di atas sulit sekali bisa menemukan ibadah yang sejati!

Para Pakar Psikologi dan Sosiologi mencoba mencari relasi antara Allah dan manusia, tetapi berakhir dengan ketidakpastian.

Hari ini banyak umat Allah dan banyak Gereja yang mungkin sangat yakin telah menjalankan "Ibadah yang sejati ", tetapi cobalah renungkan lebih serius apa yang berulang kali Allah lakukan kepada UmatNya.

Pernah 600 tahun Allah tidak mau berhubungan dengan UmatNya, dan sebelumnya telah berulang-ulang disiplin Illahi turun semata-mata untuk memurnikan kehidupan Ibadah UmatNya, misalnya. Dengan mengizinkan kekalahan terjadi, sampai pembuangan ke Babel dalam PL. Dan dalam PB Gereja mula-mula melihat bagaimana Ananias dan Safira dibinasakan Tuhan saat Ibadah Umat berlangsung (Kis.5: 1-11)," bahkan sampai terjadi penganiayaan orang Kristen karena lalai untuk pergi memberitakan Injil".

Saat ini di Indonesia baru melewati pembakaran dan penutupan gereja di mana-mana, lalu terjadi konflik di daerah-daerah yang cukup banyak orang Kristen yang Ibadah kepada Allah.

Pertanyaan renungan bagi kita "Apa maksud Allah mengizinkan hal ini terjadi" ?

Jawaban yang saya dapatkan ialah Allah mau Ibadah yang murni hanya bagi Dia.

Marilah melihat apa yang terjadi dalam Yesaya 6:1-13

Yesaya adalah keturunan Bangsawan, hidup di kalangan istana, Ia menyaksikan bagaimana Raja Usia karena kesombongannya di Bait Allah terkena kusta sebagai hukuman dari Tuhan Yesaya 1:1 (lihat 2 Tawarikh 26:16-21).

Sebagai orang yang terdidik dan cerdas Yesaya belajar dari pengalaman itu, sehingga tidak bermain-main saat beribadah di Bait Allah.

Yesaya hidup dalam masyarakat yang : (Lihat Yesaya 5)

a.8. Terlibat Mafia Tanah

a.11. Menyia-nyiakan waktu

a.12. Beribadah tetapi memungkiri kekuatannya (band. 2 Tim.3:5)

a.15. Sombong

a.18. Cari-cari salah orang dan menciptakan kondisi agar orang lain tersandung

a.20. Amoral

a.21. Sok intelek padahal tidak punya pengetahuan yang cukup akan keinginan Penasehat

Ajaib, Tuhan Yesus Kristus. (Maka pada masa kini mereka bisa menemukan

uranium tetapi Membom sesama, Ahli strategi tetapi membunuh orang tak

bersalah, menguasai Econophisic tetapi menyebabkan jutaan orang kelaparan.

a.22.Juara Bar Tender dan pemabuk. (Sekarang lebih banyak lagi)

a.23.KKN dan Suap biasa (saat ini yang jago KKN dan suap malah berkuasa), kebenaran

selalu jadi korban.

Seperti kebakaran hutan di Kalimantan semua itu akan dihanguskan (a.24)

Sebab : menolak pengajaran Tuhan dan menista firman Yang Maha Kudus Israel

(a.24 ; bandingkan Ibrani 12 :25).

Jika sempat bertanya mengapa Yesaya mengalami hal yang begitu istimewa dalam pengalaman Ibadahnya dengan Tuhan, maka jawabannya adalah:

1. Yesaya Percaya akan Tuhan semesta alam dan Allah yang Maha kudus (5:16)

2. Yesaya terbuka untuk menaati Firman Allah (Yes 5:24; 6:8) Ini aku utuslah aku ! Suatu sikap yang sangat patuh dan siap mengabdi.

3. Yesaya sadar dirinya berdosa, ini adalah sikap rendah hati, berbeda dengan orang yang selalu sadar dirinya berdosa dan terus melakukan dosa yang berulang-ulang dilakukan. Yesaya tidak demikian, ia berusaha untuk tidak terbawa arus lingkungan yang sarat akan dosa. Maka Allah yang mencari orang berdosa sesuai kasih karuniaNya berkenan menyelamatkan dan bersekutu dengan Yesaya, padahal Yesaya sadar akan segera binasa (Yes.6:5-6)

Selain melihat ibadah Yesaya yang menikmati pengalaman persekutuan yang demikian mendalam dengan Tuhan, sangat penting untuk memperhatikan Umat Allah yang menjadi sasaran Khotbah Yesaya:

1. Umat Allah tidak bisa menerima Firman Allah. (Yesaya 6:9-10)

Walaupun umat Allah di masa Yesaya datang juga ke Bait Allah tetapi telinga, mata dan hati mereka tertutup terhadap Firman Allah.

Kondisi ini mungkin sama dengan Umat Allah dan Gereja yang rajin melayani tetapi tidak sanggup mengerti dan menerima Firman Allah, sehingga membuahkan kerohanian yang dangkal dengan kegiatan yang menghabiskan energi, karena akan berakhir sia-sia. (belajar dari gereja di barat yang akhirnya dijual dan masyarakat yang tadinya sangat memegang nilai-nilai kristiani malah jadi benteng atheisme

2. Umat Allah akan dibuang bahkan dibinasakan (Yesaya 6:11-13)

Hari ini memang di berbagai negara orang Kristen bertambah, tetapi di beberapa daerah yang banyak orang Kristen hari ini terjadi penderitaan, apakah ini ujian iman atau program penyucian sebagai disiplin Illahi ? Renungan saya menhantar pada kenyataan ini adalah disiplin Illahi. Doa pemulihan harus dinaikkan untuk saudara-saudara kita yang menderita, sambil memberi bantuan rohani bahkan jasmani yang bisa dilakukan.

3. Umat Allah masih mendapat kesempatan pemulihan (Yesaya 54 ,55,56,60,61,62, 66).

Penutup

Pengalaman istimewa yang anda alami secara pribadi atau dalam ibadah bersama Umat Allah belum tentu membuktikan anda mengalami Ibadah yang sejati.

Contohnya : Yudas, Ananias dan Safira, mereka melihat banyak mukjizat terjadi dalam pengalaman di Bait Tuhan, dalam pertemuan-pertemuan Ibadah, tetapi berakhir dengan tragedi.

Tetapi siapa percaya, rendah hati, terbuka untuk menerima dan taat Firman Allah (seperti Yesaya sang Bangsawan itu), hidup suci dalam persekutuan pribadi dengan Tuhan, selalu berjalan dan bertindak sesuai yang Allah lihat dan yang Allah mau lakukan.

Ingatlah "Kegagalan pertama yang manusia lakukan adalah kegagalan menyembah Allah."

Inilah saat menolong Umat Allah dan Bangsa ini. Immanuel.
">Clean Up Your Life
Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, ...
Matius 9: 17

Secara berkala saya selalu "membersihkan" komputer yang tiap hari saya pakai. Tentu pengertian di sini bukan hanya membersihkan bagian luarnya saja melainkan membersihkan file-file yang yang ada di dalamnya. File yang tidak perlu saya hapus dan saya buang, saya juga merapikan folder agar memudahkan pencarian file. Apa yang terjadi jika memori komputer saya sudah penuh dan saya tidak bersih-bersih? Yang pasti saya tidak akan bisa menambah file baru di komputer saya.

Prinsip yang sama berlaku saat Anda menyimpan baju di lemari Anda. Jika lembari Anda sudah penuh dengan baju lama Anda, baju yang bahkan tidak pernah Anda pakai, itu mungkin alasan mengapa Anda tidak punya lebih banyak baju baru. Tidak ada tempat untuk menyimpannya.

Kesimpulannya, jika ada hal baru yang Anda inginkan dalam kehidupan Anda, apapun itu. Anda harus memberi tempat untuknya. Hal ini tentu saja juga berlaku dalam kehidupan rohani kita. Kita tidak akan pernah mendapatkan hal yang baru dari Tuhan, jika kita tidak menyisakan tempat untuknya. Kita harus berani membuang "kehidupan lama" kita agar mendapatkan "kehidupan yang baru"

Yesus pernah berkata bahwa anggur yang baru tudak bisa disimpan dikantong yang lama(tua) karena kantong itu pasti koyak dan hancur. Lepaskanlah yang lama untuk mendapatkan yang baru. Lepaskan diri kita dari masa lalu kita yang buruk dan yang selalu menghantui kita. Lepaskan diri kita dari trauma-trauma masa lalu. Buanglah kebiasaan-kebiasaan baru. Jadikan tahun baru ini sebagai momen untuk kita merview ulang hidup kita. Inilah waktu untuk "bersih-bersih" dan membuang bagian hidup kita yang tidak perlu, menata ulan prioritas hidup kita lagi, dan memperbarui hidup.

diposkan hendra injaghi...

Sabtu, 09 Januari 2010

MASALAH ADALAH KENDARAAN
UNTUK MENCAPAI ANUGERAH ALLAH



(Kejadian 37:5-11)



Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada Saudara-saudaranya: sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya. karena katanya kepada mereka:" Coba dengarkan mimpi yang kuimpikan ini: Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu." Lalu Saudara-saudaranya berkata kepadanya:" Apakah engkau ingin menjadi raja atas kami? Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?" Jadi makin bencilah mereka kepadanya karena mimpinya dan karena perkataannya itu. Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada Saudara-saudaranya. Katanya :"Aku bermimpi pula; Tampak matahari, bulan, dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku."Setelah hal ini diceritakannya kepada Ayah dan Saudara-saudaranya, maka ia ditegor oleh ayahnya: "Mimpi apa mimpimu itu? Masakan aku dan ibumu serta saudara-saudaramu sujud menyembahmu sampai ke tanah ?" Maka irilah hati saudara-saudaranya kepadanya, tetapi ayahnya menyimpan hal itu dalam hatinya.


Masalah itu ibarat kendaraan untuk mencapai anugerah Allah. Ketika mengalami masalah, janganlah kita takut karena sebenarnya masalah itu adalah kendaraan, seperti halnya mobil atau pesawat, untuk mencapai janji Tuhan, dan untuk mancapai kasih karunia Tuhan. Untuk memahami hal ini, kita kan belajar dari ayat di atas.


1.Allah Mempunyai Rencana yang Sangat
Indah dalam Kehidupan Yusuf


Yusuf mendapat mimpi dari Allah. Melalui mimpi itu, Allah menyampaikan rencana dan janji-Nya kepada Yusuf. Dalam mimpinya, Yusuf sedang berada di ladang bersama Saudara-saudaranya. Mereka sedang mengikat berkas-berkas gandum dan tiba-tiba, berkas gandum Yusuf bangkit berdiri tegak, Sedangkan berkas-berkas yang lain sujud pada berkas-berkas milik Yusuf. Ketika Yusuf menceritakan arti mimpinya kepada saudara-saudaranya, mereka marah."apakah engkau ingin menjadi raja atas kami? Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?"(ayat 8). Jadi makin bencilah saudara-saudara Yusuf itu kepada Yusuf.

Namun, tak lama kemudian, Tuhan memberikan mimpi lagi kepada Yusuf. Dalam mimpinya, bahkan matahari, bulan, dan bintang menyemabah dia. Ketika Yusuf menceritakan mimpinya ini kepada saudara-saudaranya, makin irilah mereka kepada Yusuf. Namun sebetulnya, Yusuf sedang mendapatkan janji Tuhan melauli mimpi-mimpinya itu. Rencana Tuhan disampaikan lewat mimpi Yusuf, yaitu bahwa YUsuf akan diangkat dan menjadi ornag besar. Dia akan diberkati Tuhan dan mengalami kasih karunia yang besar dari Tuhan. Jika kita pelajari terus kisah Yusuf ini kita akan tahu bahwa rencana Tuhan yang besar itu menjadi kenyataan.

Kejadian 41:39-43 menulis, "Kata Firaun kepada Yusuf: 'Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau. Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat ; hanya takhat inilah kelebihanku dari padamu' Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf :' Dengan ini akau melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah mesir' Sesudah itu Firaun menanggalkan cincin meterainya dari jarinya dan mengenakannya pada jari Yusuf; dipakaikannyalah kepada Yusuf pakaian dari pada kain halus dan digantungkannya kalung emas pada lehernya. Lalu Firaun menyuruh menaikkan Yusuf kedalam keretanya yang kedua, dan berserulah orang dihadapan Yusuf; 'Hormat!' Demikianlah Yusuf dilantik oleh firaun menjadi kuasa atasa seluruh tanah Mesir."

Ketika mendapatkan mimpi-mimpi dari Tuhan, Yusuf mungkin belum memiliki gambaran yang jelas mengenai rencana Tuhan baginya. Namun melalui ayat diatas, kita bisa melihat bahwa Allah memiliki Rencana yang luar biasa, yaitu supaya Yusuf bisa menjadi penguasa di mesir. Melalui proses kehidupannya, akhirnya, Yusuf sungguh-sungguh menjadi 0rang yang besar. Janji Allah digenapi dalam hidupnya-dia menjadi penguasa di Mesir. Sungguh luar biasa karena dia adalah orang kedua setelah raja Firaun. Lebih daripada yang lain, Yusuf diberi hak, diberi kuasa, bahkan cincin raja dikenakan kepadanya.

Saya percaya bahwa Allah juga memiliki rencana khusus bagi setiap kita, orang yang percaya kepada Alllah dan janji-janji-Nya. Di Alkitab, ada banyak sekali firman yang mengingatkan kita kan janji Allah. Dia memiliki rancangan yang baik, masa depan yang baik, masa depan yang indah dan penuh harapan.

Allah senantiasa menyatakan janji-Nya karena Dia mengasihi manusia -Dia mengasihi Anda dan saya. Ia sudah mengurbankan diri-Nya. Dia rela menderita, bahkan Dia rela menyerahkan naywa-Nya di atas kayu salib untuk kita. Semua ini dilakukannya supaya kita mendapat pengampunan , keselamatan, kesembuhan, kasih karunia, anugerah, dan supaya kita memilki kehidupan yang baik, dan juga rumah tangga yang baik.

Tuhan memiliki rencana yang luar biasa dalam kehidupan kita. Seperti Tuhan memiliki rencana yang luar biasa dalam kehidupan Daud, orang-orang percaya dan orang-orang pilihna juga akan mendapatkan kasih karunia Tuhan melalui rancangan dan rencana-Nya yang luar biasa.

2. Yusuf Mengalami Banyak Masalah yang Membuatnya Menderita


Yusuf mengalami banyak masalah yang membuatnya menderita. Ternyata sekalipun mendapat janji yang luar biasa dari Tuhan, yaitu dia akan menjadi penguasa di Mesir, setelah itu Yusuf malah mengalami banyak masalah dalam kehidupannya.

a. Yusuf Dilemparkan ke dalam Sumur

Kita bisamelihat hal ini dalam kejadian 39:19-24,"kata mereka seorang kepada yang lain: 'Lihat, tukang mimpi kita itu datang! sekarang marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salh satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita lihat nanti bagaimana jadinya mimpi itu!' Ketika Ruben mendengar hal ini, ia ingin melepaskan yusuf dari tangan mereka, Sebab itu katanya:' Janganlah kita bunuh dia!' Lagi kata Ruben kepada Mereka:' janganlah tumpahkan darah, lemparkanlah dia ke dalam sumur yang ada di padang gurun ini, tetapi janganlah apa-apakan dia' -maksudnya hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka dan mengembalikan lagi kepada ayahnya. Baru saja yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, merekapun menaggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu. Dan mereka membawa dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong tidak berair."

Karena mendapatkan mimpi dari tuhan, Yusuf menceritakan mimpi-mimpinya itu kepada saudara-saudaranya. Namun, hal ini justru membuat mereka iri, marah, dan sakit hati. Mereka mengangap yusuf sombong dan berniat merendahkan saudara-saudaranya. Karena itu, ketika mendapatkan kesempatan untuk mencelakai Yusuf, mereka memasukkan Yusuf kedalam sumur kering, Tidak hanya sampai disini penderitaan Yusuf.Setelah itu, ia masih mendapatkan masalah yang bertubu-tubi dalam kehidupannya.

Hal yang sama dapat kita jumpai dalam kisah Daniel. Daniel juga mendapatkan rencana yang besar, bahkan ia sungguh-sungguh dipakai Allah dalam perkara yang besar. Karena Allah memakainya dalam perkara yang besar, hidup Daniel menjadi sukses dan berhasil. Hal ini membuat pejabat-pejabat lain iri. Mereka kemudian melakukan sesuatu untuk menjebak dan membahayakan hidup Daniel.

Pengalaman yusuf dan Daniel ini juga bisa terjadi dalam kehidupan kita. Saat ini, Anda mungkin sedang mendapatkan janji Dari Tuhan dan prestasi Anda meningkat. Hal ini mungkin membuat teman-teman Anda iri, sehingga mereka mulai memfitnah dan menuduh Anda, bahkan mereka melakukan sesuatu untuk menjatuhkan dan mengagalkan Anda. Anda jangan khawatir. Yusuf pun mengalami hal yang sama. Ia tidak langsung menjadi penguasa di Mesir, tetapi ia harus melalui banyak penderitaan terlebih dahulu.

b.Yusuf Dijual sebagai Budak

Masalah yang berikutnya menimpa yusuf tertulis dalam kejadian 37:25-28,"Kemudian duduklah mereka untuk makan. Ketika mengangkat muka, kelihatanlah kepada mereka satu kafilah orang Ismael datang dari Gilead dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, dalam perjalanannya mengangkut barang-barang itu ke Mesir. Lalu kata Yehuda kepada Saudara-saudaranya itu: 'Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya? Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia karena ia saudara kita, darah daging kita.' Dan saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu. Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir."

Setelah dimasukkan ke dalam sumur, Yusuf mengalami penderitaan lagi, yaitu dijual ke Mesir untuk menjadi budak. Hal ini sangat bertentangan dengan janji Allah, yaitu Allah akan menjadikan Yusuf sebagai orang besar dan penguasa di Mesir. Ketika masih tinggal dengan Ayahnya, Yusuf menjadi anak kesayangan dan hidupnya enak. Namun begitu mendapatkan mimpi dan janji dari Allah bahwa ia akan diberkati lebih besar lagi, Yusuf malah mengalami banyak maslah dalam hidupnya. Sungguh tidak masuk akal menurut pemikiran kita.

Hidup kita pun sering mengalami hal seperti itu. Kita mendapat firman Tuhan bahwa Dia mengasihi kita dan memiliki rencana yang luar biasa bagi anda dan saya. Allah ingin memulihkan keluarga kita, tetapi kok kondisinya malah semakin parah. Allah ingin mamakai hidup kita, tetapi [I]kok] kita malah semakin kekuranggan. Atau kita mungkin sedang berjuang untuk suami atau Istri kita atau anak untuk supaya sungguh-sungguh bertobat, tetapi keadaannya malah semakin parah. Inilah perjalanan yang memang harus kita lalui, seperti Yusuf. Untuk menuju terwujudnya rencana Allah bagi kita, kadang-kadang kita memang harus melalui masalah demi masalah, penderitaan demi penderitaan.

c. Yusuf Dipenjarakan oleh Potifar

Dalam kejadian 39:12-20 tertulis,Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: 'marilah tidur dengan aku' Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari keluar. Ketika dilihatnya perempuan itu, bahwa Yusuf meningalkan bajunya dalam tangannya dan telah lari keluar, dipanggilnyalah seisi rumah itu, Katanya kepada mereka: 'Lihat, dibawanya kemari seorang Ibrani, supaya orang ini dapat mempermainkan kita. Orang ini mendekati aku untuk tidur denganku, tetapi aku berteriak-teriak dengan suara keras. Dan ketika didengarnya bahwa aku berteiak sekeras-kerasnya, ditinggalkannyalah bajunya padaku, lalu ia lari keluar.' Juga di taruhnya baju Yusuf itu di sisinya sampai tuan rumah pulang. Perkataan itu jugalah yang diceritakan perempuan itu kepada Potifar, katanya: 'Hamba orang Ibrani yang kau bawa kemari itu datang kepadaku untuk mampermainkan aku. Tetapi ketika kau berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannya bajunya padaku, lalu ia lari keluar.' Baru saja di dengar oleh Tuannya perkataan yang diceritakan istrinya kepadanya; begini begitulah aku diperlakukan oleh hambamu itu, maka bangkitlah kemarahannya, Lalu Yusuf di tangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana ."

Ketika Yusuf dimasukkan ke dalam sumur Tuhan menolongnya. Ketika Yusuf dijual sebagai budak, Tuhan pun menolongnya. Yusuf memang mnjadi budak tapi budak kepercayaan Potifar, sehingga kehidupannya mulai membaik. Namun masalah yang menimpa yusuf tidak berhenti sampai disini. Istri Potifar tergoda oleh ketampanan Yusuf. Dia mulai mendekati Yusuf dan mengajaknya tidur bersamanya. Namun, Yusuf tetap menjaga kekudusannya -dia tidak mau berbuat dosa dan tidak mau menyakiti hati Allah. Yusuf juga tidak mau mengkhianati tuannya, Potifar. Niat baiknya ini malah membuahkan penderitaan untuknya. Istri Potifar kemudian memfitnah Yusuf, dan akibatnya, Yusuf dipenjarakan oleh Potifar.

Hidup kita pun terkadang menghadapi keadaan seperti itu. Kita sudah berusaha hidup benar, tetapi malah dituduh, difitnah orang, diperlakukan tidak adil, atau bahkan mungkin dijebloskan ke dalam penjara. Kita mungkin bertanya-tanya, dimanakah pertolongan Tuhan, atau mungkin kita mulai menggugat kebenaran Firman Tuhan. Kta sudah berusaha Taat dan selalu memegang Firman Tuhan tetapi mengapa Tuhan tidak mengulurkan Tangannya dan tidak menunjukkan kuasa mukjizat-Nya. Sekalipun Tuhan mengasihi Yusuf, Anda , dan saya, proses kehidupan untuk mencapai Anugerah dan janji Allah harus kita lewati. Orang yang dikasihi Allah bukan berarti sama sekali tidak mendapatkan masalah dalam kehidupan mereka.

d. Yusuf Dilupakan oleh Juru Minuman Raja

Kejadian 21-23 menuliskan, "Kepala juru minuman itu dikembalikannya ke dalam jabatannya, sehingga ia menyampaikan pula piala ke tangan Firaun; tetapi kepala juru roti itu digantungnya, seperti yang ditakbirkan Yusuf kepada Mereka. Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala Juru minuman itu, melainkan dilupakannya"

Didalam penjara, Yusuf bertemu denagan juru minuman dan juru roti raja. Karena Yusuf hidup dekat denan Tuhan, dia mendapatkan hikmat yang ajaib, yaitu dia bisa menafsirkan mimpi kedua orang itu. kepada juru minuman raja, Yusuf berkata,Beginilah arti mimpi mu itu : ketiga carang itu artinya tiga hari: dalam tiga hari ini Firaun akan meninggikan dan mengembalikan pangkatmu yang dahulu kala, ketika engkau jadi juru minumannya. Tetapi, ingatlah kepadaku, apabila keadaanmu telah baik nanti, tunjukkanlah terima kasihmu kepadaku dengan menceritakan hal ikhwal ku kepada Firaun dan tolonglah aku keluar dari rumah ini" (ayat 12-14). Dan benar dalam tiga hari, juru minuman raja itu dikeluarkan dari penjara. Bahkan jabatannya dikembalikan kepadanya. Namun dia tidak ingat kepada Yusuf yang telah menafsirkan mimpinya. Janji tinggallah janji. Yusuf di lupakan, ditinggalkan, diabaikan, tanpa pertolongan.

Kita mungkin juga pernah mengalami hal yang sama, dilupakan dan hanya mendapatkan janji kosong belaka. Misalnya, dalam hal berhubungan dengan lawan jenis atau dalam pekerjaan. Namun, kita tidak perlu khawatir karena Tuhan tidak akan lupa dengan janji-Nya. Itulah proses yang harus kita lalui, seperti halnya Yusuf mengalami serangkaian masalah.

Daud pun mengalami hal yang sama. Dia dipilih oleh Allah melalui Samuel dan diberi janji yang luar biasa, bahwa ia akan menjadi Raja. Namun setelah diurapi menjadi raja, Daud tidak langsung menajdi Raja. Sebaliknya, ia mengalami berbagai pergumulan dan tantangan. Bahkan dia dikejar-kejar oleh musuhnya, hingga ia lari kepadang gurun dan ia lari ke gua-gua. Seperti Yusuf dan kita, Daud juga menghadapi banyak masalah dan penderitaan. Namun, Allah tidak melupakan janji-Nya. Manusia boleh melupakan, keadaan boleh nampak tidak baik, atau bahkan tidak masuk akal, tetapi janji-Nya pasti digenapi.

3. Masalah Adalah Kendaraan untuk mencapai Anugerah Allah

Jika kita perhatikan dan kita maknai lebih dalam, semua masalah dan penderitaan yang dialami oleh Yusuf sebenarnya adalah kendaraan yang sedang dipakai oleh Allah untuk menuju pada Janji-Nya. Pada waktu mendapatkan janji Allah, Yusuf sedang berada di kanaan. Namun, Allah memberikan mimpi kepada Yusuf bahwa ia akan menjadi penguasa di Mesir. Karena itu, Yusuf harus sampai di mesir agar menjadi penguasa di sana. Bagaimana Allah membawa Yusuf ke mesir? Yaitu melalui tindakan kakak-kakak Yusuf yang membuangnya ke sumur dan akhirnya dijual sebagai budak ke Mesir. Yusuf perlu dibawa ke Mesir karena jika hanya tinggal di rumah, sangat sulit baginya untuk menjadi penguasa Mesir.

Kita perlu tahu bahwa penderitaan, kesulitan, dan tantangan hidup sesungguhnya adalah kendaraan yang Tuhan kirimkan kepada kita, kita sedang dalam perjalanan menuju rencana Alalh. Sekalipun Yusuf menjadi budak dan semua yang dialaminya menunjukkan bahwa tidak masuk akal Yusuf akan menjadi seorang penguasa, namun jika kita melihatnya dengan mata rohani, kita akan tahu bahwa Yusuf sedang mendekat pada janji dan rencana Allah.

Selain harus sampai ke mesir, untuk menjadi penguasaMesir, Yusuf harus masuk ke istana Raja Mesir, bukan hanya di rumah Potifar. Namun, Yusuf malah dipenjarakan oleh Potifar. Itulah cara Allah, hingga kemudian Allah membuat maslah yang menipa Raja Firaun. Raja mendapatkan mimpi yang tidak bisa ditafsirkan oleh para ahli mimpi di Mesir. Lalu Allah muli mengingatkan juru minuman Raja yang mimpinya pernah di tafsirkan oleh Yusuf dan terbukti. Dipanggilah Yusuf untuk menghadap raja Firaun dan menafsirkan mimpinya. Dari sini, kehidupannya mulai membaik dan bahkan kemudian, singkat cerita, Yusuf menjadi penguasa di Mesir.

Untuk membawa kita kepada penggenapan janji dan rencana-Nya, Allah memakai banyak cara, bahkan malalui masalah dan penderitaan. karena itu, jangan takut jika anada sedang dilanda maslalah. Setiap kali kita menghadapi masalah dan pergumulan, katakan pada Diri sendiri, "Aku tidak Takut. Masalahku adaalah kendaraan yang dikirim Allah agar saya bisa mencapai rencana-Nya."

Dulu, saya tidak percaya pada Tuhan. Saya hanya percaya pada fakta. Lalu, Tuhan mengirimkan maslah kepada saya. Rambut saya Rontok, alis habis, dan bulu mata pun habis. Saya sangat menderita. Namun, kemudian saya sadar bahwa masalah yang saya hadapi adalah kendaraan yang dikirim Allah dalam hidup saya agar saya bisa mencapai rencana-Nya dan supaya saya bisa melakukan perkara-perkara besar. Jika masalah itu tidak menimpa saya, saya mungkin tidak akan menjadi hamba Tuhan dan tetap akan menjadi orang yang tidak percaya kepada Tuhan.

Dalam pelayanan pun demikian. Sewaktu memulai pelayanan, banyak masalah, banyak penderitaaan, banyak air mata yang dihadapi. Bahkan mungkin banyak surat kaleng dari orang-orang yang tidak bisa menerima pelayanan kita. Benturan-benturan semacam ini akan menjadikan seseorang Hamba Tuhan semakin kuat dan lentur. Jika hamba Tuhan berhati keras, tidak akan menjadi berkat bagi orang lain. Inilah proses yang harus dijalani agar pelayanan kita berhasil. Daud tidak akan menjadi raja yang baik jika ia tidak mengalami proses yang keras dan sulit. Begitu pula kita. Kegagalan demi kegagalan yang menimpa kita adalah sebuah perjalanan berharga. Dalam mengambil langkah selanjutnya, kita akan lebih rendah hati dan bijak-rendah hati bahwa kita bukanlah apa-apa tanpa penyertaan Tuhan.

4. Menyingkapi Masalah

Tidak penting seberapa banyak atau seberapa besar masalah yang menimpa kita. Yang lebih penting adalah bagaimana kita bersikap menghadapi masalah tersebut. pengambilan sikap yang salah bisa menghancurkan. Namun, jika kita menghadapinya dengan benar, masalah itu akan menjadi kendaraan yang membawa kita pada rencana-Nya. Seperti halnya kendaraan, cara kita menyetir sangat memengaruhi apa yang akan terjadi terhadap diri kita. Jika kita menyetir secaraNgawur atau ugal-ugalan, kita bisa mengalami kecelakaan, atau bahkan masuk jurang, Namun jika kita menyetir dengan baik, hati-hati, dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas, kita akan sampai di tujuan dengan selamat.

Jika yusuf saat menaglami berbagai masalah merasa kecewa, tidak sungguh-sungguh taat kepada Tuhan, dan tidak mengiring Tuhan, ia tidak akan diberkati Tuhan. Yusuf tidak akan berhasil di rumah Potifar. Yusuf akan selamanya menjadi budak. Saat ini, mungkin anda sedang ditimpa berbagai masalah- Diperlakukan kejam oleh saudara-saudara Anda, dibuang oleh saudara anda hingga anda terpaksa menjadi pengemis atau pengamen. Mungkin saat ini, Anda sedang mengalami kekecewaan atau kegagalan dalam pekerjaan. Jangnlah putus asa atau bahkan sampai luntur iman anda. Tetaplah percaya kepada Tuhan seperti Yusuf. Tetaplah bekerja dengan baik dan rajin seperti Yusuf, tetaplah hidup dalam kebenaran, tetaplah beribadah, dan tetaplah setia melayani.

Dimanapun Anda berada dan apa pun yang Anda hadapi saat ini, tetaplah menjadi orang yang baik dan taat kepada Tuhan. Seperti Yusuf, sekalipun menjadi narapidana, Yusuf menjadi narapidana yang baik, bukan narapidana yang brutal, putus asa, kemudian bunuh diri. Yusuf memiliki sikap hidup yang benar, karena itu, meski berada di penjara, dia menjadi orang kepercayaan kepala penjara. Dimanapun berada entah di sekolah, di tempat kerja , di kelurga, ataupun masyarakat, jika kita menjaga sikap hidup yang benar, kita bisa menjadi berkat.

Sekalipun menjadi budak, Yusuf tidak menderita karena dia menjadi budak kepercayaan. Sekalipun hidup di penjara, Yusuf tidak menderuta karena dia adalah narapidana yang mendapatkan kepercayaan dari kepala penjara. Dia diangkat dan dibela karena memiliki sikap yang benar ketika meghadapi masalah

Sekalipun dimasukkan ke dalam sumur oleh Saudara-saudaranya, bahkan dijual sebagai budak ke Mesir, Yusuf tidak kecewa dan sakit hati. Sewaktu dilupakan oleh juru minum raja, Yusuf tidak kecewa. Sekalipun diperlakukan tidak adil dan difitnah oleh Istri Potifar, Bahkan sampai dijebloskan ke penjara, Yusuf tidak menyimpan dendam kepada mereka. Seburuk apapun yang dilakukan oleh orang lain kepada Yusuf, namun jika Allah memilki rencana yang luar biasa atas diri Yusuf, semua penderitaan yang dialaminya tidak ada apa-apanya. Dan jadilah rencana Tuhan itu atas diri Yusuf. Karena itu, janganlah khawatir karena tidak ada yang mustahil bagi Allah.

5. Allah Tetap Setia pada Janji-Nya


Ada seorang yang mengalami kebutaan sejak dia berusia 6minggu akibat penyakit yang dideritanya. Ketika menyadari "kekurangannya", dia merasa kecewa. Namun, seamkin dewasa, dia semakin menyadari bahwa Allah tetap mempunyai rencana atas dirinya meskipun dia buta. Ia yakin bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah. Karena itu, dia mulai mengucap syukur dan selalu berfikir positif. Dia menyadari "Kekurangannya " dari orang-orang lain yang bisa melakukan lebih banyak hal daripada dirinya. Maka, ia mulai mengasah talenta yang dimilikinya, yaitu menciptakan lagu. Setiap hari, dia memuji dan menyembah Tuhan, dan terus menerus menciptkan lagu. Salah satunya dan yang sangat terkenal dan masih saya ingat adalah "Yesus, Yesus, Dengar Doaku". Akhirnya, dia berhasil menciptakan enam ribu lagu. Lagu-lagu yang diciptakannya sangat berbobot dan dipakai Tuhan Dalam perkara-perkara yang besar.

Firman Tuhan mengajak Anda dan saya untuk tidak takut kepada masalah. Itulah kendaraan yang Allah kirimkan untuk membawa kita kepada rencana-Nya. Untuk itu, kita harus memiliki sikap yang benar, jangan kecewa, jangan putus asa, jangan sampai tergoda berbuat dosa, jangan sakit hati, dan jangan menyimpan dendam. pandanglah dan peganglah selalu janji Tuhan.

Yesus sendiri juga mengalami serangkaian penderitaan, bahkan hingga wafat di kayu salib, sebelum. Penderitaan-penderitaan Yesus pun adalah kendaraan untuk menuju rencana ilahi-Nya.

Penggenapan rencana Ilahi-Nya menjadikan banyak orang menerima pengampunan dan keselamatan. perjamuan Kudus mengingatkan kita bahwa penderitaan Yesus adalah kendaraan menuju janji dan rencana Allah.*****

Senin, 04 Januari 2010

Buatlah Tujuan Anda Sejelas Mungkin


Setiap buku tentang kesuksesan pasti berbicara mengenai pentingnya sebuah tujuan. Sayangnya, hampir semua buku2 tersebut, tidak pernah berbicara tentang bagaimana berfikir tentang tujuan Anda.

Beberapa puluh tahun lalu, ada seorang filsuf sukses bernama Neville, yang membagikan sebuah rahasia penting mengenai “tujuan”.

Berikut rahasianya;



“Jangan berfikir tentang tujuan Anda, tapi berfikirlah dari tujuan Anda tersebut”


Dengan kata lain, daripada berfikir tentang rumah idaman Anda, lebih baik Anda berfikir dari rumah idaman Anda tersebut - seolah-olah Anda sudah berada di rumah idaman Anda!

Bayangkan diri Anda benar-benar tinggal di rumah idaman tersebut, seolah-olah Anda sudah benar-benar memiliki dan tinggal di rumah tersebut. Bayangkan diri Anda berjalan disekeliling rumah idaman Anda. Apa yang Anda lihat? Apa yang Anda cium? Apa yang Anda dengar? Apa yang dapat Anda rasakan? Apa rasanya dapat memiliki rumah tersebut? Apa yang Anda katakan kepada diri Anda sendiri, atas kesuksesan Anda memiliki rumah idaman tersebut? Rasakan secara sungguh-sungguh, bagaimana rasanya tinggal di rumah idaman Anda!

Itulah perbedaannya, antara berfikir tentang rumah idaman Anda (tujuan, goals) dengan berfikir dari rumah idaman Anda!

Mengerti, sahabatku?

Seberapa penting sih sebenarnya untuk melakukan hal tersebut? Seberapa penting..??

Oke, Anda kenal Jack Nicklaus? Ya, dia adalah salah satu pegolf legendaris yang pernah ada di dunia ini. Dalam bukunya “Golf My Way”, Jack Nicklaus membeberkan bagaimana dia menerapkan teknik ini sehingga dia menjadi salah seorang pemain golf terbesar yang pernah ada.

Sebelum melakukan sebuah pukulan, beliau menciptakan gambaran ditail tentang bagaimana pukulan akan dilakukan, bagaimana arah bolanya, pantulannya, dan bagaimana rasanya sukses memasukkan bola tersebut;



“Saya tidak pernah memukul bola golf, tanpa sebelumnya menciptakan gambaran yang sangat jelas dan terfokus, pada pikiran Saya. Gambar di pikiran Saya tersebut sangat jelas, seperti pada televisi berwarna. Pertama-tama, Saya lihat dimana bola golf tersebut akan berhenti pada area hijau (green grass) tidak jauh dari lubang (hole). Kemudian gambar di kepala Saya tersebut berubah secara cepat dan Saya melihat bola tersebut menuju ketempat yang Saya inginkan tadi; jalurnya, trajektorinya, bentuknya, bahkan pantulan saat bola tersebut menyentuh area rumput hijau. Kemudian gambar tersebut memudar, dan tampil gambar berikutnya, yaitu gambar yang menunjukkan bagaimana Saya melakukan pukulan tertentu yang akan mewujudkan gambaran-gambaran sebelumnya menjadi kenyataan”


Tidak hanya Jack Nicklaus, Tiger Wood pun melakukan hal yang nyaris sama. Itulah sebabnya mengapa Tiger Wood sering menyebutkan golf sebagai sebuah olah raga mental dan pikiran.

Contoh lain adalah apa yang dilakukan oleh seorang pesenam Amerika, Mary Lou Retton, pada olimpiade tahun 1984. Pada sesi final, dia tidak memiliki pilihan lain, selain harus mendapatkan angka 10 (sempurna), atau kalah.

Sebelum melakukan aksinya, beliau menutup mata untuk beberapa detik, kemudian langsung berlari dengan sangat bersemangat dan melakukan atraksi senamnya untuk kemudian berhasil mendapatkan nilai 10!

Pada saat diwawancara, Mary Lou Retton, menjawab pertanyaan salah seorang wartawan yang penasaran mengenai mengapa dia menutup mata, sebelum melakukan aksinya.

Mery Lau Retton menjawab; “Saya menutup mata, untuk memfokuskan pikiran dan melihat diri Saya melakukan gerakan-gerakan dengan sangat tepat, mulus, serta mendapatkan nilai sempurna”.

Ada saatnya dalam kehidupan ini, ketika semuanya berjalan sesuai dan saling mendukung. Anda mendapatkan semuanya -100%- atau tidak sama sekali. Mencoba dan berjuang tidak menjamin Anda untuk mendapatkannya, hanya Anda yang sudah meraihnyalah yang akan mendapatkan. Dan hal tersebut, dapat Anda lakukan pada pikiran Anda! Itulah sebabnya mengapa sangat penting untuk memvisualisasikan tujuan Anda dengan sangat jelas.

Dengan melatih metode “visualisasi yang sangat jelas” ini, Anda akan melihat bahwa image diri Anda akan mulai “menyetujui” gambaran-gambaran baru yang ada di pikiran Anda. Akibatnya, Anda akan mulai tumbuh menjadi seorang milyuner seperti yang Anda inginkan.

Selamat mencoba!

Salam,
KATA KATA BIJAK AND MOTIVASI

Kejujuran adalah perhiasan jiwa yang lebih bercahaya daripada berlian

Belajar tanpa berpikir tidak ada gunanya, sedangkan berpikir tanpa belajar adalah berbahaya.

Cinta kepada Allah adalah puncaknya cinta. Lembahnya cinta adalah cinta kepada sesama.

Keluhuran budi pekerti akan tampak pada ucapan dan tindakan.

Orang yang berjiwa besar teguh pendiriannya, tetapi tidak keras kepala.

Ulurkan cintamu karena Tuhanmu dan tariklah cintamu karena Tuhanmu, anda tentu tak akan kecewa.

Cinta indah seperti bertepuk dua tangan, tak akan indah jika hanya sebelah saja.

Naluri berbicara kita akan mencintai yang memuja kita, tetapi tidak selalu mencintai yang kita puja.

Melihatlah ke atas untuk urusan akhiratmu dan melihatlah ke bawah untuk urusan duniamu maka hidup akan tenteram.

Seseorang yang oprimis akan melihat adanya kesempatan dalam setiap malapetaka, sedangkan orang pesimis melihat malapetaka dalam setiap kesempatan.

Ingatlah, boleh jadi manusia itu mencintai sesuatu yang membahayakan dirinya atau membenci sesuatu yang bermanfaat baginya. Mohonlah petunjuk-Nya.
Sahabat yang sejati adalah orang yang dapat berkata benar kepada anda, bukan orang yang hanya membenarkan kata-kata anda.

Bekerja atas dorongan cinta akan terasa senang tiada jemu dan lelah.

Orang besar menempuh jalan kearah tujuan melalui rintangan dan kesukaran yang hebat.

Berbuat baiklah kepada orang lain seperti berbuat baik kepada diri sendiri.

Orang besar bukan orang yang otaknya sempurna tetapi orang yang mengambil sebaik-baiknya dari otak yang tidak sempurna.

Memperbaiki diri adalah alat yang ampuh untuk memperbaiki orang lain.

Jika seseorang tidak mencintai anda janganlah dia anda benci, karena mungkin akan tumbuh benih cinta kembali.

Cinta akan menggilas setiap orang yang mengikuti geraknya, tetapi tanpa gilasan cinta, hidup tiada terasa indah.

Bukan kecerdasan anda, melainkan sikap andalah yang yang akan mengangkat anda dalam kehidupan.

Perjuangan seseorang akan banyak berarti jika mulai dari diri sendiri.

Jika rasa cinta terbalas, maka bersyukurlah karena Allah telah memberikan hidup lebih berharga dengan belas Kasih-Nya.

Dalam perkataan, tidak mengapa anda merendahkan diri, tetapi dalam aktivitas tunjukkan kemampuan Anda.

Tegas berbeda jauh dengan kejam. Tegas itu mantap dalam kebijaksana sedangkan kejam itu keras dalam kesewenang-wenangan.

Jika rasa cinta itu tak terbalas maka bersukurlah, karena anda akan dipilihkan Allah yang lebih baik.

Watak keras belum tentu bisa tegas, tetapi lemah lembut tak jarang bisa tegas.

Sifat orang yang berlilmu tinggi adalah merendahkan hari kepada manusia dan takut kepada Tuhan.

Contoh yang baik adalah nasehat terbaik (Fuller)

Jika kita melayani, maka hidup akan lebih berarti (John Gardne)

Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun. - Bung Karno

Kita semua hidup dalam ketegangan, dari waktu ke waktu, serta dari hari ke hari; dengan kata lain, kita adalah pahlawan dari cerita kita sendiri. - Mary Mccarthy

Tiga sifat manusia yang merusak adalah, kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan. - Nabi Muhammad Saw

Apa yang nampak sebagai suatu kemurahan hati, sering sebenarnya tiada lain daripada ambisi yang terselubung, yang mengabaikan kepentingan-kepentingan kecil untuk mengejar kepentingan- kepentingan yang lebih besar. - La Roucefoucauld

Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu. - Benjamin Franklin

Hati yang penuh syukur, bukan saja merupakan kebajikan yang terbesar, melainkan merupakan pula induk segala kebajikan yang lain. - Cicero

Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang ia lakukan, dan akan mencoba kembali untuk melakukan dalam suatu cara yang berbeda. - Dale Carnegie

Istilah tidak ada waktu, jarang sekali merupakan alasan yang jujur, karena pada dasarnya kita semuanya memiliki waktu 24 jam yang sama setiap harinya. Yang perlu ditingkatkan ialah membagi waktu dengan lebih cermat. - George Downing

Ancaman nyata sebenarnya bukan pada saat komputer mulai bisa berpikir seperti manusia, tetapi ketika manusia mulai berpikir seperti komputer. - Sydney Harris

Pahlawan bukanlah orang yang berani menetakkan pedangnya ke pundak lawan, tetapi pahlawan sebenarnya ialah orang yang sanggup menguasai dirinya dikala ia marah. - Nabi Muhammad Saw

Cara untuk menjadi di depan adalah memulai sekarang. Jika memulai sekarang, tahun depan Anda akan tahu banyak hal yang sekarang tidak diketahui, dan Anda tak akan mengetahui masa depan jika Anda menunggu-nunggu. - William Feather

Dalam masalah hati nurani, pikiran pertamalah yang terbaik. Dalam masalah kebijaksanaan, pemikiran terakhirlah yang paling baik. - Robert Hall

Belajarlah dari kesalahan orang lain. Anda tak dapat hidup cukup lama untuk melakukan semua kesalahan itu sendiri. - Martin Vanbee

Orang-orang hebat di bidang apapun bukan baru bekerja karena mereka terinspirasi, namun mereka menjadi terinspirasi karena mereka lebih suka bekerja. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu untuk menunggu inspirasi. - Ernest Newman

Orang-orang yang sukses telah belajar membuat diri mereka melakukan hal yang harus dikerjakan ketika hal itu memang harus dikerjakan, entah mereka menyukainya atau tidak. - Aldus Huxley

Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita selalu menyesali apa yang belum kita capai. - Schopenhauer

Musuh yang paling berbahaya di atas dunia ini adalah penakut dan bimbang. Teman yang paling setia, hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh. - Andrew Jackson

Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali tampak mustahil; kita baru yakin kalau kita telah berhasil melakukannya dengan baik. - Evelyn Underhill

Perbuatan-perbuatan salah adalah biasa bagi manusia, tetapi perbuatan pura-pura itulah sebenarnya yang menimbulkan permusuhan dan pengkhianatan. - Johan Wolfgang Goethe

Jika orang berpegang pada keyakinan, maka hilanglah kesangsian. Tetapi, jika orang sudah mulai berpegang pada kesangsian, maka hilanglah keyakinan. - Sir Francis Bacon

Karena manusia cinta akan dirinya, tersembunyilah baginya aib dirinya; tidak kelihatan olehnya walaupun nyata. Kecil di pandangnya walaupun bagaimana besarnya. - Jalinus At Thabib

Bersikaplah kukuh seperti batu karang yang tidak putus-putus-nya dipukul ombak. Ia tidak saja tetap berdiri kukuh, bahkan ia menenteramkan amarah ombak dan gelombang itu. - Marcus Aurelius

Kita melihat kebahagiaan itu seperti pelangi, tidak pernah berada di atas kepala kita sendiri, tetapi selalu berada di atas kepala orang lain. - Thomas Hardy

Kaca, porselen dan nama baik, adalah sesuatu yang gampang sekali pecah, dan tak akan dapat direkatkan kembali tanpa meninggalkan bekas yang nampak. - Benjamin Franklin

Keramahtamahan dalam perkataan menciptakan keyakinan, keramahtamahan dalam pemikiran menciptakan kedamaian, keramahtamahan dalam memberi menciptakan kasih. - Lao Tse

Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya; hidup di tepi jalan dan dilempari orang dengan batu, tetapi dibalas dengan buah. - Abu Bakar Sibli

Rahmat sering datang kepada kita dalam bentuk kesakitan, kehilangan dan kekecewaan; tetapi kalau kita sabar, kita segera akan melihat bentuk aslinya. - Joseph Addison

Bagian terbaik dari hidup seseorang adalah perbuatan-perbuatan baiknya dan kasihnya yang tidak diketahui orang lain. - William Wordsworth

Kita berdoa kalau kesusahan dan membutuhkan sesuatu, mestinya kita juga berdoa dalam kegembiraan besar dan saat rezeki melimpah. - Kahlil Gibran

Semua orang tidak perlu menjadi malu karena pernah berbuat kesalahan, selama ia menjadi lebih bijaksana daripada sebelumnya. - Alexander Pope

Teman sejati adalah ia yang meraih tangan anda dan menyentuh hati anda. - Heather Pryor

Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah. - Thomas Alva Edison

Tiadanya keyakinanlah yang membuat orang takut menghadapi tantangan; dan saya percaya pada diri saya sendiri. - Muhammad Ali

Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali setiap kali kita jatuh. - Confusius

Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya; hidup di tepi jalan dan dilempari orang dengan batu, tetapi dibalas dengan buah. - Abu Bakar Sibli

Jadilah kamu manusia yang pada kelahiranmu semua orang tertawa bahagia, tetapi hanya kamu sendiri yang menangis; dan pada kematianmu semua orang menangis sedih, tetapi hanya kamu sendiri yang tersenyum. - Mahatma Gandhi

Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seseorang tidak beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. ~ Nabi Muhammad SAW

Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar. ~ Nabi Muhammad SAW

Yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang berakhlak paling mulia. ~ Nabi Muhammad SAW

Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda kalian, tapi Dia melihat hati dan amal kalian. ~ Nabi Muhammad SAW

Kecintaan kepada Allah melingkupi hati, kecintaan ini membimbing hati dan bahkan merambah ke segala hal. ~ Imam Al Ghazali

Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar. ~ Khalifah ‘Umar

Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan. ~ Ibnu Mas’ud

Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. ~ Khalifah ‘Ali

Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah. ~ Ibnu Mas’ud

Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu. ~ Khalifah ‘Ali

Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku. ~ Khalifah ‘Umar

Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. ~ Imam An Nawawi

Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar. ~ Khalifah ‘Umar

Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari. ~ Bediuzzaman Said Nursi

Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan; dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa. ~ Bediuzzaman Said Nursi

Kebersamaan dalam suatu masyarakat menghasilkan ketenangan dalam segala kegiatan masyarakat itu, sedangkan saling bermusuhan menyebabkan seluruh kegiatan itu mandeg. ~ Bediuzzaman Said Nursi

Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan. ~ Bediuzzaman Said Nursi

Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. Dan seseoran yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup. ~ Bediuzzaman Said Nursi

Pengetahuan tidaklah cukup; kita harus mengamalkannya. Niat tidaklah cukup; kita harus melakukannya. ~ Johann Wolfgang von Goethe

Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. ~ Johann Wolfgang von Goethe

Kearifan ditemukan hanya dalam kebenaran. ~ Johann Wolfgang von Goethe

Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang. ~ Einstein

Perdamaian tidak dapat dijaga dengan kekuatan. Hal itu hanya dapat diraih dengan pengertian. ~ Einstein

Agama sejati adalah hidup yang sesungguhnya; hidup dengan seluruh jiwa seseorang, dengan seluruh kebaikan dan kebajikan seseorang. ~ Einstein

Dua hal yang membangkitkan ketakjuban saya - langit bertaburkan bintang di atas dan alam semesta yang penuh hikmah di dalamnya. ~ Einstein

Apa yang saya saksikan di Alam adalah sebuah tatanan agung yang tidak dapat kita pahami dengan sangat tidak menyeluruh, dan hal itu sudah semestinya menjadikan seseorang yang senantiasa berpikir dilingkupi perasaan rendah hati. ~ Einstein

Sungguh sedikit mereka yang melihat dengan mata mereka sendiri dan merasakan dengan hati mereka sendiri. ~ Einstein

Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna. ~ Einstein

Tidak semua yang dapat menghitung dapat dihitung, dan tidak semua yang dapat dihitung dapat menghitung. ~ Einstein

Tidak semua yang dapat menghitung dapat dihitung, dan tidak semua yang dapat dihitung dapat menghitung. ~ Einstein

Benar, engkau adalah seorang raja penguasa dunia. Semua orang menunjukkan kesetiaannya padamu! Lalu bagaimana? Esok kamu akan di baringkan di kubur sebagai rumahmu. Dan dari segala arah, orang-orang akan melemparkan debu ketubuhmu menutupimu.

Walaupun engkau dijadikan raja penguasa dunia, engkau tidak akan lari dari kematian, dan meninggalkan dunia untuk para musuhmu walaupun hari ini wajahmu tersenyum, esok hal itu pasti akan membuatmu bersedih.

Aku melihat manusia datang kedunia lalu pergi jauh, Dunia dan harta selalu berpindah, dengan sayap-sayap yang sama untuk terbang.

Dunia tidak tetap dengan seorang yang hidup di mana pun, juga tidak ada seorang pun yang hidup selamanya menikmati kesenangannya, kematian dan penderitaannya bagaikan dua ekor kuda yang berlari cepat ke arah manusia, untuk menginjak-injak mereka dan melahap mereka.

Hai bodoh, yang terpedaya oleh daya tarik dunia! Pikirkanlah dan ambillah sesuatu (kebaikan) dari dunia ini untuk, menolongmu di akhirat.

Aku tersesat dalam kelalaian, sedang kematian bergerak kearahku, semakin lama semakin mendekat. Jika aku tidak mari hari ini, aku pasti mati esok.

Aku manjakan tubuhku dengan pakaian-pakaian halus dan mewah, sedikit berpikir bahwa itu akan membusuk dan hancur dalam kubur.

Aku bayangkan tubuhku remuk menjadi debu dalam lubang kubur, Di bawah gundukan tanah. Keindahan tubuhku akan berangsur-angsur hilang, sedikit demi sedikit berkurang hingga tinggallah kerangka, tanpa kulit dan daging.

Aku melihat detik-detik kehidupan lambat laun habis, namun keinginan-keinginanku masih belum terpenuhi. Suatu perjalanan panjang terbentang di hadapanku, sedangkan aku tiada bekal untuk jalan itu.

Aku menentang Tuhanku, melanggar perintah-perintah-Nya terang-terangan, sementara Ia mengawasiku setiap saat.

Aduh! Aku memperturutkan hatiku dalam perbuatan-perbuatan yang memalukan! Ah! Apapun yang telah terjadi tak dapat dihapuskan dan waktu bila telah berlalu tidak dapat ditarik kembali.

Ah! Aku berdosa secara rahasia, tidak pernah orang laun mengetahui dosa-dosaku yang mengerikan. Tetapi esok, rahasia dosa-dosaku ditampakan dan dipertunjukan kepada Tuhanku.

Ah! Aku berdosa terhadap-Nya, walaupun hati merasa takut, namun aku sangat mempercayai ampunan-Nya yang tak terbatas, aku ber-dosa dan tak tahu malu, dengan berani bergantung kepada ampunan-Nya yang tak terbatas.

Siapa lagi selain Dia, yang akan mengampuni dosa-dosaku. Sesungguhnya Ia patut bagi segala pujian! Seandainya tidak ada adzab setelah kematian. Tiada janji akan surga, tiada ancaman akan neraka. Kematian dan kebusukan cukup sebagai peringatan, agar kita menjauhi sia-sia. Namun akal kita bebal. Kita tidak mengambil peringatan apa pun. Sekarang tiada harapan lagi bagi kita, kecuali Yang Maha Pengampun mengampuni dosa-dosa kita, karna bila seorang hamba berbuat salah, hanyalah Tuhannya, tanpa seorangpun yang mengampuninya tak diragukan lagi aku adalah yang terburuk dari semua hamba-Nya.

Aku yang menghianati perjanjianku dengan Tuhanku yang dibuat di keabadian. Dan, adalah hamba yang cakap yang janji-janjinya tak berarti. Tuhanku, akan bagaimanakah nasibku, ketika api membakar tubuhku? Api yang melelehkan batu yang paling keras!

Ah! Aku sendiri ketika dibangkitkan dari kubur (tanpa seorangpun yang menolongku pada hari itu). Wahai Engkau, Yang Maha Esa yang tiada sekutu terhadap keagungan-Mu. Belas kasihanillah kesendirianku, karna ditinggalkan oleh segalanya.

Sungguh jalanan paling licin yang bahkan kaki ulamapun tergelincir di atasnya adalah ketamakan.

Tiada yang lebih baik dari dua kebaikan : Beriman pada Allah dan bermanfaat bagi manusia. Tiada yang lebih buruk dari dua kejahatan : Syirik pada Allah dan merugikan manusia.

Tiga tanda kesempurnaan iman : Kalau marah, marahnya tidak keluar dari kebenaran. Kalau senang, senangnya tidak membawanya pada kebatilan. Ketika mampu membalas, ia memafkan.

Tertipulah yang melakukan tiga perkara : Membenarkan apa yang tak terjadi, mengandalkan orang yang tidak dipercaya, dan menghasratkan apa yang tak dimiliki.

Dengannya Allah kuburkan kedengkian; Dengannya Allah padamkan permusuhan; Melaluinya diikat persaudaraan; Yang hina dimulyakan. Yang tinggi direndahkan.

Berbagi rezeki dengan tulus, berbakti pada orang tua, berbuat baik pada sesama, mengubah duka menjadi bahagia dan menambah usia.

Semua ilmu ada pokok bahasannya. Pokok bahasan ilmu para Nabi adalah manusia… Mereka datang untuk mendidik manusia.

Orang paling baik adalah orang yang kita harapkan kebaikannya dan kita terlindung dari keburukannya.

Jika orang dapat empat hal, ia dapat kebaikan dunia akhirat: Hati yang bersyukur, lidah yang berzikir, badan yang tabah pada cobaan, dan pasangan yang setia menjaga dirinya dan hartanya.

Nabi ditanya bermanfaatkah kebajikan setelah dosa? Ia menjawab: Taubat membersihkan dosa, kebaikan menghapuskan keburukan.

Manusia Paling baik adalah orang yang dermawan dan bersyukur dalam kelapangan, yang mendahulukan orang lain, bersabar dalam kesulitan.

Tiga manusia tidak akan dilawan kecuali oleh orang yang hina: orang yang berilmu yang mengamalkan ilmunya, orang cerdas cendikia dan imam yang adil.

Tiada musibah yang ,ebih besar daripada meremehkan dosa-odsamu dan merasa ridho dengan keadaan rohaniahmu sekarang ini.

Hati Adalah Ladang. Sesungguhnya setengah perkataan itu ada yang lebih keras dari batu, lebih tajam dari tusukan jarum, lebih pahit daripada jadam, dan lebih panas daripada bara. Sesungguhnya hati adalah ladang, maka tanamlah ia dengan perkataan yang baik, karna jika tidak tumbuh semuanya (perkataan yang tidak baik), niscaya tumbuh sebahagiannya.

Sesungguhnya seorang hamba itu bila merasa ujub kerana suatu perhiasan dunia, niscaya Allah akan murka kepadanya hingga dia melepaskan perhiasan itu. (Sayidina Abu bakar)

Orang yang bakhil itu tidak akan terlepas daripada salah satu daripada 4 sifat yang membinasakan iaitu: Ia akan mati dan hartanya akan diambil oleh warisnya, lalu dibelanjakan bukan pada tempatnya atau; hartanya akan diambil secara paksa oleh penguasa yang zalim atau; hartanya menjadi rebutan orang-orang jahat dan akan dipergunakan untuk kejahatan pula atau; adakalanya harta itu akan dicuri dan dipergunakan secara berfoya-foya pada jalan yang tidak berguna (Sayidina Abu Bakar)

Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki. (Sayidina Umar bin Khattab)

Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya. Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina. Orang yang menyintai akhirat, dunia pasti menyertainya. Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga. (Sayidina Umar bin Khattab)

Hendaklah kamu lebih memperhatikan tentang bagaimana amalan itu diterima daripada banyak beramal, kerana sesungguhnya terlalu sedikit amalan yang disertai takwa. Bagaimanakah amalan itu hendak diterima? (Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

Janganlah seseorang hamba itu mengharap selain kepada Tuhannya dan janganlah dia takut selain kepada dosanya. (Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

Tidak ada kebaikan ibadah yang tidak ada ilmunya dan tidak ada kebaikan ilmu yang tidak difahami dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tidak ada perhatian untuknya. (Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

Tiada solat yang sempurna tanpa jiwa yang khusyu’. Tiada puasa yang sempurna tanpa mencegah diri daripada perbuatan yang sia-sia. Tiada kebaikan bagi pembaca al-Qur’an tanpa mengambil pangajaran daripadanya. Tiada kebaikan bagi orang yang berilmu tanpa memiliki sifat wara’. Tiada kebaikan mengambil teman tanpa saling sayang-menyayangi. Nikmat yang paling baik ialah nikmat yang kekal dimiliki. Doa yang paling sempurna ialah doa yang dilandasi keikhlasan. Barangsiapa yang banyak bicara, maka banyak pula salahnya, siapa yang banyak salahnya, maka hilanglah harga dirinya, siapa yang hilang harga dirinya, bererti dia tidak wara’, sedang orang yang tidak wara’ itu bererti hatinya mati. (Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

Antara tanda-tanda orang yang bijaksana itu ialah: Hatinya selalu berniat suci. Lidahnya selalu basah dengan zikrullah. Kedua matanya menangis kerana penyesalan (terhadap dosa). Segala perkara dihadapaiya dengan sabar dan tabah. Mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia. (Sayidina Utshman bin Affan)Kirim Saranya!
Related Posts

* Artis Bugil “tertipu”
Kata kunci yang sering di cari Orang Berdasarkan survei yang saya adakan dalam lima bulan terakhir,...
* Kumpulan Ucapan valentine
Anda tersenyum melihat orang yang anda suka, tapi mata anda akan berkaca-kaca melihat orang yang...
* Kata-Kata Bijak
Benar, engkau adalah seorang raja penguasa dunia. Semua orang menunjukkan kesetiaannya padamu! Lalu ...
* Pendidikan Luar Sekolah Masih Termarjinalkan
Gresik, Kompas - Masyarakat luas belum sepenuhnya menyadari bahwa pendidikan luar sekolah memiliki f...
* kata mutiara, kata-kata bijak, kata-kata cinta
Cinta seperti matahari, ia tetap bercahaya. Walau malam menjelma, cahayanya pada bulan tetap meneran...
* My slideshow V-narsis
Selama ini kita sering mendengar kata Narsis, bahkan tidak jarang kita ikut menggunakannya. Namun ta...
* SMS Cinta II
Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal Itu menyakitkan hatimu, sangat mun...
* Kumpulan Interview Dengan Para Publisher AdSense Sukses
E-Book ini adalah kisah sukses mereka para master maski aku lom kenal tapi gak papa lah baca aja cer...
* Gadis bikini Situs porno
Image Hosted by ImageShack.usUsaha pemerintah untuk memblokir situs porno,mendapat tantangan dari ko...
* Kata-kata Mutiara
Jangan sesali apa yang sudah pergi. Jangan tangisi apa yang sudah tiada. Tetapi bangkitlah dan bina ...

Popularity: 100% [?]

Jumat, 01 Januari 2010

Frans Seda, Politisi Tiga Zaman Anti-Korupsi
Frans Seda bercerita kepada Sony soal rasa malu yang dirasakan karena banyak pejabat korup
Kamis, 31 Desember 2009, 09:28 WIB
Ismoko Widjaya
Politisi senior PDIP Frans Seda (imageshack.com)
BERITA TERKAIT

* Karangan Bunga Hiasi Makam Istri Azwar Anas
* Istri Azwar Anas Dimakamkan di Tanah Kusir
* Kalla Melayat Istri Azwar Anas
* Wartawan Kompas Peraih Tasrif Award Meninggal
* Kenangan Khusus SBY dengan Rosida Hanum

web tools
smaller normal bigger

VIVAnews - Politisi senior PDI Perjuangan Franciscus Xaverius Seda yang dikenal dengan Frans Seda meninggal dunia tadi pagi. Pesan terakhir politisi 'tiga zaman' ini adalah keprihatinannya terhadap pejabat negara di pusat dan di daerah.

"Meninggal tadi pagi karena sakit. Karena memang beliau sudah sepuh," kata fungsionaris PDI Perjuangan (PDIP) Sony Keraf dalam perbincangan dengan VIVAnews, Kamis 31 Desember 2009.

Sony sedang dalam perjalanan menuju kediaman mendiang Frans Seda di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Sony mengenal Frans Seda tidak hanya sebagai senior di partai tapi juga sebagai bapak.

"Karena beliau juga satu daerah dengan saya," kata Sony. Pesan-pesan yang paling berkesan di saat-saat terakhir Frans Seda adalah kekritisannya soal korupsi yang merajalela.

Frans Seda mengungkapkan keprihatinannya soal korupsi yang dilakukan pejabat negara di pusat dan daerah. "Beliau membandingkan dengan masa mereka dulu yang berpolitik untuk kepentingan rakyat," ujar anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Tengah III ini.

Frans Seda bercerita kepada Sony soal rasa malu yang dirasakan karena melihat pejabat negara yang kurang memikirkan kepentingan rakyat. "Korupsi merajalela dari pemda dan seterusnya. Termasuk beberapa pejabat di Flores, agak memalukan," ujar Sony mengutip Frans semasa hidup.

Pria bernama lengkap Franciscus Xaverius Seda itu meninggal sekitar pukul 5 pagi. Pria kelahiran Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 4 Oktober 1926 itu dikenal sebagai politisi, menteri, tokoh gereja, pengamat politik, dan pengusaha Indonesia.
Pertanyaan: Apa itu orang Kristen?

Jawaban: Kamus Webster mendefinisikan orang Kristen sebagai “orang yang mengaku percaya kepada Yesus sebagai Kristus, atau percaya kepada agama yang berdasarkan pengajaran Yesus.” Walaupun ini adalah titik tolak yang bagus dalam memahami apa itu orang Kristen, sebagaimana banyak definisi sekular lainnya, definisi ini kurang dapat menjelaskan kebenaran Alkitab mengenai apa artinya menjadi seorang Kristen.

Kata “Kristen” digunakan tiga kali dalam Perjanjian Baru (Kisah Rasul 11:26; 26:28; 1 Petrus 4:16). Para pengikut Yesus Kristus pertama kali digelari “Kristen” di Antiokhia (Kisah Rasul 11:26) karena kelakuan mereka, kegiatan dan kata-kata mereka yang seperti Kristus. Pada mulanya istilah ini dipakai oleh orang-orang tidak percaya di Antiokhia sebagai ejekan dan penghinaan terhadap orang-orang Kristen. Secara harafiah istilah tsb berarti “menjadi bagian dari kelompok Kristus” atau “pengikut Kristus,” yang mirip artinya dengan definisi dalam Kamus Wesbter.

Sayangnya, setelah sekian waktu lamanya, kata “Kristen” telah kehilangan sebagian besar dari maknanya dan sering dipergunakan untuk seseorang yang beragama atau yang memiliki nilai-nilai moral yang tinggi, dan bukan dipakai untuk pengikut Yesus Kristus yang sudah betul-betul lahir kembali. Banyak orang yang tidak percaya kepada Yesus Kristus menganggap mereka orang-orang Kristen hanya karena mereka ke gereja atau karena mereka tinggal di negara “Kristen”. Pergi ke gereja, membantu orang-orang yang kurang beruntung, menjadi orang baik, semua itu tidak menjadikan Anda orang Kristen. Seperti dikatakan oleh seorang penginjil, “Pergi ke gereja tidak membuat orang jadi orang Kristen, sama seperti masuk ke garasi tidak membuat orang jadi mobil.” Menjadi anggota gereja, mengikuti kebaktian secara teratur dan menyumbang untuk gereja tidak membuat Anda menjadi orang Kristen.

Alkitab mengajarkan kita bahwa perbuatan-perbuatan baik kita tidak dapat membuat kita diterima oleh Tuhan. Titus 3:5 mengatakan, “bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus.” Jadi orang Kristen adalah seorang yang sudah dilahirkan kembali oleh Allah (Yohanes 3:3; 3:7; 1 Peter 1:23) dan yang telah menempatkan iman dan percaya mereka di dalam Yesus Kristus. Efesus 2:8 mengatakan, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.” Seorang Kristen yang sejati adalah seseorang yang telah meninggalkan dosa-dosanya dan menempatkan iman dan percayanya hanya kepada Yesus Kristus. Kepercayaannya bukanlah kepada agama atau ajaran-ajaran moral, atau apa yang boleh dan tidak boleh.

Seorang Kristen yang sejati adalah seorang yang telah menempatkan iman dan percayanya kepada Yesus Kristus, dan bahwa Dia telah mati di salib sebagai pembayaran dosa, dan bangkit kembali pada hari ketiga untuk mendapatkan kemenangan atas kematian dan memberi hidup kekal kepada setiap orang yang percaya kepadaNya. Yohanes 1:12 memberitahu kita, “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.” Seorang Kristen yang sejati sesungguhnya adalah seorang anak Allah, anggota dari keluarga Allah, dan seorang yang telah diberikan hidup baru di dalam Kristus. Tanda dari orang Kristen yang sejati adalah kasihnya kepada sesamanya dan ketaatannya kepada Firman Tuhan (1 Yohanes 2:4; 1 Yohanes 2:10).

Apakah Anda membuat keputusan untuk menerima Kristus karena apa yang Anda baca di sini? Jika demikian, klik pada tombol “Saya telah menerima Kristus pada hari ini” di bawah.