Apabila kita takut gagal, itu berarti kita telah membatasi kemampuan kita.
Strategi Meraih Kemenangan
Strategi Meraih Kemenangan
Apakah Anda selalu menganggap diri sendiri sebagai seorang pecundang ? Cara mengatasinya, belajarlah menjadi pemenang seperti impian Anda. Jika Anda punya kekuatan untuk menang, Anda dapat mencapai karir dan mimpi-mimpi Anda selama ini. Berikut tipsnya :
a. Kekuatan untuk menang berasal dari pikiran Anda sendiri
Teddy Roosevelt, mantan presiden AS, berujar, "Seluruh sumber daya yang kita perlukan ada dipikiran." Anda dilahirkan dengan potensi luar biasa yang terpendam. Anda telah memiliki segala yang diperlukan untuk jadi seorang pemenang.
b. Yakinlah pada diri Anda
Tanpa kegagalan, Anda harus yakin bahwa Anda dapat mencapai tujuan dalam hidup ini. Jika tak yakin memilikinya, maka Anda tidak akan mencapainya. Kegagalan Anda adalah Investasi termahal bagi diri Anda sendiri maupun orang lain untuk meraih kesuksesan yang gilang gemilang.
c. Ketahuilah sesuatu yang membuat Anda bahagia
Jika Anda adalah orang yang senang berada di tengah orang banyak sementara Anda bekerja di sebuah gudang penyimpanan, silahkan Anda memikirkan kembali pilihan karir Anda. Renungkan dengan serius apa yang bisa membuat Anda enjoy dan bahagia dalam bekerja-sehingga Anda bisa mengekspresikan keceriaan Anda dalam bekerja dan tentu saja menghasilkan yang terbaik.
d. Evaluasi talenta Anda dengan jujur
Jika Anda tidak tahu kekuatan dan hal-hal apa saja yang perlu ditingkatkan,Anda mungkin saja salah menilai pekerjaan yang tepat untuk Anda. Mungkin saja Anda yakin memiliki kemampuan untuk melayani konsumen dengan baik, tapi bos dan mitra kerja menilai Anda butuh berlatih lagi.
e. Jangan biarkan latar belakang menentukan masa depan Anda
Jika pengalaman kerja Anda tidak terlalu mulus, jangan biarkan hal ini mempengaruhi prospek karir Anda. Bila Anda telah memiliki tujuan, fokuslah pada hal ini. Jangan terpaku pada sindroma "saya ini orang malang" jika tidak berhasil mencapai sukses.
f. Ikuti teknik visualisasi cepat ini : gambarkan diri Anda tengah berlari dengan tim sepak bola
Bayangkan gawang adalah tujuan karir atau keinginan pribadi Anda. Bayangkan pula diri Anda yang berhasil menggolkan bola ke gawang lawan.
g. Kekuatan untuk menang adalah di tangan Anda
Tidak ada seorang pun yang dapat menyerahkan kesuksesan itu pada Anda. Andalah yang harus mewujudkan itu. Melakukan sesuatu dan selalu berusaha memberikan yang terbaik adalah satu-satunya cara untuk mencapai tujuan.
Cari Blog Ini
Sabtu, 26 Desember 2009
Natal bersama Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) kota Medan akan dilaksanakan tanggal 29 Desember 2009 pukul 17 di gedung GPDI Maranatha yang dilayani oleh Pdt Dr MD Wakkary. Sementara rangkaian ibadah melibatkan semua Denominasi Gereja dan gereja-gereja lokal yang menjadi anggota BKAG.
Dalam siaran persnya, Ketua BKAG Pdt Dr Longge Karosekali MTh, tema Natal pada tahun ini diambil dari Yesaya 60 : 1a “Bangkit, Menjadi Teranglah” dengan sub Tema “Lewat Perayaan Natal Kita Tingkatkan Kualitas Iman untuk Persatuan dan Kesatuan di dalam Persekutuan Bersama Yesus” melalui perayaan Natal ini pengurus dan Panitia Natal BKAG tetap mengingatkan pesan pemazmur, “Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun” (Maz 133:1).
Tuhan menghendaki agar semua umatnya rukun. Kita umatnya bias rukun kalau bersatu dan bersaksi dengan melakukan kegiatan kekristenan secara bersama.
BKAG adalah suatu wadah persekutuan seluruh gereja-gereja yang ada di kota Medan ini yang tanpa membedakan dominasi dan tidak mencampuri teologi dan dogma gerejanya. Demikian juga tidak mempersoalkan bagaimana bentuk tata ibadah dan sistem pemerintahan gerejanya. Dan yang paling utama adalah setiap umat kristen dapat mendekatkan diri dan menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan. Melalui wadah BKAG ini dan melalui pesan Natal tahun ini, agar semua gereja-gereja dapat bersatu, bersekutu dan merapatkan barisan dalam koordinasi dan integritasio gua mewujudkan berbagai progtam baik pada kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial, budaya.
Gereja adalah persekutuan orang percaya kepada Yesus Kristus dan Yesus sebagai Kepala Gereja, berdoa supaya semua menjadi satu. Seperti dalam Yohannes 17 : 21 Supaya mereka semuan menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
Pengurus dan Panitia Natal juga mengimbau gereja-gerja untuk bangkit dan membawa terang di tengah-tengah masyarakat kota Medan.
Imbauan Tokoh Sumut
Sejumlah Tokoh di Sumut pun berharap perayaan Natal tahun 2009 berlangsung tanpa gangguan yang berarti. Untuk itu masyarakat diminta ikut terlibat dalam menciptakan suasana aman dan kondusif.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Sumatera Berdoa JA Ferdinandus, Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Sumut-NAD Pdt Paul F Wakkary, Ketua PGPI Kota Medan Pdt Samuel Ghozaly D, Ketua Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Sumut Nelson Parapat, SH, Wakil Ketua DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sumut Suasana Dachi SH dan anggota DPD RI/MPR RI Perwakilan Sumut Parlindungan Purba SH MM.
Pdt Paul F Wakkary menjelaskan makna Natal adalah kedamaian karena kelahiran Yesus Kristus ke dunia membawa kedamaian. Jadi pesan Natal adalah semua manusia harus ciptakan kedamaian dan bebas dari gangguan dalam merayakaan Natal.
Dilanjutkan Pdt Samuel, untuk itu masyarakat harus menciptakan keamanan dan suasana kondusif. Dalam mempertahankan keamanan, masyarakat harus bersatu dan berdoa.
Ketua PIKI Sumut Nelson Parapat SH didampingi Wakil Sekretarisnya Jadi Pane SPd, dalam mempertahankan keamanan maka masyarakat hendaknya membangun komunikasi dengan umat beragama lain. Selain itu Nelson dan Jadi mengajak umat untuk rayakan Natal dengan sederhana.
Suasana Dachi SH menghimbau agar GAMKI se-Sumut ikut terlibat dalam menjaga gereja-gereja bersama aparat keamanan. Dalam menjaga gereja di malam Natal, aparat keamanan diharapkan menambah jumlah personelnya.
Parlindungan Purba, SH, MM mengatakan Natal harus dilihat sebagai bahagian dari kebersamaan dari masyarakat Sumut, dimana artinya, walaupun Natal merupakan acara sakral keagamaan umat kristiani namun tindakan menciptakan keamanan serta ketenangan merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Kebersamaan ini merupakan wujud dari kepedulian sosial. (rahel sukatendel/red)
Tags: natal dan tahun baru
Tidak ada komentar:
Posting Komentar